Bontang – “Prestasi tak lahir dalam semalam.” Ungkapan itu menjadi cerminan langkah yang tengah disiapkan Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, untuk memperkuat masa depan futsal putri di Kota Taman. Ia menilai regenerasi atlet menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar prestasi tim futsal putri tetap terjaga dalam berbagai ajang olahraga mendatang.
Alfin menjelaskan bahwa futsal putri Bontang sejatinya telah memiliki perjalanan yang cukup panjang. Tim futsal putri bahkan sudah tampil pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2022. Namun, perkembangan kualitas sumber daya manusia atlet belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi tersebut membuat tim masih mengandalkan pemain-pemain senior yang usianya terus bertambah sehingga regenerasi belum berjalan sesuai harapan.
“Futsal putri di Bontang sudah berdiri sejak lama. Sejak Porprov 2022, kita sudah mengikuti ajang tersebut. Cuma pengembangan SDM-nya masih stagnan karena banyak pemain yang sudah berumur,” ujar Alfin Rausan Fikry kepada media ini, Senin (20/7/2026).
Ia menuturkan, setelah pelaksanaan Porprov Paser 2026 selesai, perhatian akan kembali difokuskan pada pembinaan futsal putri dengan menjadikan sekolah-sekolah sebagai pusat pencarian bibit atlet. Menurutnya, lingkungan pendidikan merupakan tempat yang tepat untuk membangun regenerasi karena banyak potensi atlet muda yang dapat dibina sejak dini.
“Setelah Porprov ini nanti saya ingin kembali memfokuskan ke futsal putri Bontang mulai dari sekolah-sekolah. Alhamdulillah kemarin kita juga sudah menyiapkan pelatih. Fokus kami memang ke sekolah-sekolah terlebih dahulu,” katanya.
Alfin mengungkapkan bahwa langkah awal menuju program tersebut telah dipersiapkan melalui penyediaan tenaga pelatih yang nantinya akan diterjunkan ke sekolah-sekolah. Kehadiran pelatih diharapkan mampu memberikan pendampingan teknis sekaligus membangun budaya olahraga futsal putri sejak tingkat pelajar.
Program pembinaan berbasis sekolah ini juga diharapkan dapat menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan. Dengan adanya kompetisi dan latihan rutin di lingkungan sekolah, atlet-atlet muda memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan sebelum melanjutkan ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi.
Selain memperkuat regenerasi, pola pembinaan tersebut dinilai dapat memperluas partisipasi pelajar perempuan dalam olahraga futsal. Semakin banyak sekolah yang memiliki tim futsal putri, semakin besar pula peluang Bontang menemukan talenta-talenta baru yang siap bersaing di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Keberadaan atlet muda yang terus bermunculan juga akan menjadi modal penting bagi Bontang dalam menjaga daya saing pada ajang Porprov maupun kejuaraan lainnya. Regenerasi yang berjalan secara konsisten akan mengurangi ketergantungan terhadap pemain senior sekaligus memastikan keberlangsungan prestasi tim futsal putri.
“Harapannya, ke depan setiap sekolah memiliki tim futsal putri. Dari sana kita bisa membangun regenerasi atlet yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui langkah tersebut, pembinaan futsal putri di Kota Bontang diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai kompetisi di masa mendatang. (ADV).
