Jember – Program pencairan insentif guru ngaji di Kabupaten Jember kembali berlanjut. Pada Senin (6/10/2025), sebanyak 22 orang guru ngaji di Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, menerima insentif yang disalurkan langsung melalui kegiatan di Balai Desa Patempuran. Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk memberikan penghargaan atas dedikasi para guru ngaji dalam mendidik generasi muda di bidang keagamaan.
Salah satu penerima, Sanusi (76), warga Dusun Krajan, menyampaikan rasa syukur atas kemudahan pencairan yang kini bisa dilakukan tanpa antre panjang di bank. “Saya sudah mengajar ngaji sejak tahun 1963. Sekarang santri saya ada 12 anak. Selain mengajar, saya juga bertani dan memiliki empat anak yang semuanya sudah dewasa. Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati karena sekarang pencairan bisa dilakukan di balai desa, tidak perlu ke bank dan antre lama-lama,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa proses pencairan insentif guru ngaji terus berjalan sesuai jadwal. “Hari ini pencairan dilakukan di 11 desa di Kecamatan Kalisat, kecuali Desa Sumberjeruk karena petugas pendamping masih menyelesaikan asesmen. Dalam waktu dekat, pencairan di desa tersebut juga akan dilakukan,” jelas Hafid.
Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa juga dilakukan di Kecamatan Semboro, dengan sistem penyaluran langsung di balai desa agar lebih mudah dijangkau oleh para penerima manfaat. Langkah ini, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jember, Gus Fawait (Muhammad Fawaid), yang menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, terhormat, dan dekat dengan masyarakat.
“Penyaluran insentif guru ngaji di balai desa bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan cara ini, guru ngaji tidak perlu jauh-jauh ke bank, dan prosesnya lebih cepat serta nyaman,” ujar Hafid menegaskan.
Program insentif guru ngaji menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Jember dalam meningkatkan kesejahteraan para pendidik nonformal yang selama ini berperan penting dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga memperkuat hubungan sosial antara pemerintah daerah dan tokoh agama di tingkat desa.
Dengan terus berjalannya proses pencairan di berbagai kecamatan, Pemerintah Kabupaten Jember berharap agar seluruh guru ngaji penerima insentif dapat segera menikmati hak mereka, sekaligus menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan religius. (ADV).
