Jombang – Dalam upaya meningkatkan pemahaman agama di kalangan pendidik, Kepala Sekolah SMA Primaganda Jombang, Ulfu Adah Henikningtyas, yang juga pengurus Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang, telah menggagas sebuah program unik dan inovatif. Program tersebut adalah ngaji kitab yang dikhususkan untuk para guru di sekolahnya.
Program ini, yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir, mengkaji dua kitab klasik yang sarat akan nilai-nilai moral dan akhlak, yaitu Wasiatul Musthofa dan ‘Uqudul Lujain. Kajian dilakukan setiap Kamis, setelah jam pelajaran selesai. Para guru diajak untuk membaca, memahami, dan memaknai isi kitab-kitab tersebut secara mendalam.
“Saya merasa penting untuk memulai program ini, karena ingin para guru di SMA Primaganda tidak hanya memiliki wawasan akademis yang luas, tetapi juga pemahaman agama yang mendalam. Terlebih lagi, guru adalah teladan bagi siswa-siswa mereka,” ungkap Ulfu kepada media ini, Kamis (12/9/2024).

Menurut Ulfu, program ngaji ini telah mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari para guru. Meskipun pada awalnya hanya beberapa guru yang ikut serta, kini hampir semua guru SMA Primaganda terlibat aktif dalam kegiatan ini. Ulfu juga menekankan pentingnya proses pembelajaran agama melalui kajian kitab kuning ini.
“Selama tiga bulan ini, saya melihat perubahan yang signifikan. Guru-guru menjadi lebih religius dan benar-benar ingin belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka belajar maknani (memberi makna pada kata-kata Arab dalam bahasa Indonesia atau Jawa), mengartikan, serta memahami isi kitab,” tambahnya.
Ulfu berharap program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, terutama dalam memperkuat pendidikan agama di kalangan guru. Baginya, program ini bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk memperkaya spiritualitas dan kepekaan moral para guru dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
“Dengan program ini, saya optimis bahwa pendidikan agama bisa menjadi lebih hidup dan relevan, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru yang menjadi panutan. Semoga ke depannya program ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain,” tutupnya dengan penuh harapan.
Program ngaji kitab ini diharapkan bisa terus berkembang dan membawa dampak positif, tidak hanya bagi para guru SMA Primaganda, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Jombang secara umum.
