Jombang – Institut Agama Islam (IAI) Al Muhammad Cepu mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang melibatkan 295 mahasiswa dan dosen dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Muhammad Ya’qub, Bulurejo, Jombang, dengan tujuan mendalami praktik pendidikan di lembaga yang terkenal melahirkan banyak tokoh agama tersebut.
Rombongan tiba di lokasi pada pukul 03.00 dini hari dan langsung disambut dengan sarapan soto khas Jombang di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Kehangatan sambutan ini menjadi awal yang baik bagi mahasiswa dan dosen untuk memulai kegiatan KKL mereka. Setelah menikmati hidangan, acara dilanjutkan dengan pembukaan yang bertempat di serambi Masjid Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, salah satu lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Muhammad Ya’qub.
Dalam sambutan pembuka, Abah Yai Muhammadu Ya’qub, Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas kunjungan dari IAI Al Muhammad Cepu. Ia mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,
“Kami sangat berterima kasih dan merasa terhormat atas kunjungan ini. Semoga hubungan baik ini dapat berlanjut dan membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAI Al Muhammad Cepu, KH. Muhammad Husaini, M.E.I, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa dan dosen untuk melaksanakan KKL di Yayasan Muhammad Ya’qub. Husaini menekankan pentingnya Jombang sebagai pusat pendidikan agama yang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar, termasuk pendiri Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, KH Muhammad Ya’qub Husein, yang merupakan murid dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Kegiatan KKL ini tidak hanya diisi dengan kunjungan dan pengenalan lembaga, tetapi juga melibatkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAI Al Muhammad Cepu dan berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Muhammad Ya’qub. Beberapa di antaranya adalah SMA Primaganda, MA Al Urwatul Wutsqo, MTs Al Urwatul Wutsqo, MI Al Urwatul Wutsqo, RA Al Urwatul Wutsqo, dan PAUD Primaganda.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini diberi kesempatan untuk melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di sekolah-sekolah tersebut. Mereka menggali data terkait 8 standar pendidikan yang diterapkan di masing-masing sekolah. Di SMA Primaganda, misalnya, Kepala Sekolah Ulfu Adah HenikNingTyas memberikan penjelasan tentang program Sekolah Penggerak dan Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolahnya. Program ini menjadi salah satu fokus penggalian data mahasiswa.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi, SMA Primaganda juga menyuguhkan beberapa pertunjukan seni seperti bnjari dan tari saman kepada para tamu dari IAI Al Muhammad Cepu. Pertunjukan ini disambut dengan antusias oleh mahasiswa, yang merasa senang dan terkesan dengan pengalaman mereka selama berada di Jombang.
Kegiatan KKL ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara IAI Al Muhammad Cepu dan Yayasan Muhammad Ya’qub serta memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi para mahasiswa dalam memahami dunia pendidikan Islam yang kaya akan tradisi dan sejarah.
