Samarinda – Guna mempercepat tercapainya swasembada pangan di Kalimantan Timur, Wakil Gubernur Seno Aji mengajak seluruh elemen Pemuda Tani Indonesia (PTI) dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk terlibat aktif sebagai mitra strategis Pemprov.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Harus bersama-sama, kolektif, untuk mencapai swasembada pangan tahun 2026,” ujar Seno Aji saat menerima audiensi jajaran Pengurus DPD dan DPC PTI Kaltim di Kantor Gubernur, Senin (1/12/2025).
Ia menekankan bahwa pemerintah telah melakukan kerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian, termasuk jagung. Namun, menurutnya, upaya swasembada tak cukup hanya dengan pendekatan struktural—perlu dukungan generasi muda tani yang siap turun langsung ke lapangan.
“PTI harus jadi motor lapangan, terutama dalam peningkatan produksi padi. Kita butuh pemuda yang bisa memimpin gerakan tani modern,” tegasnya.
Seno Aji menargetkan produksi gabah kering di Kaltim mencapai 450.000 ton pada 2026. Angka ini hampir dua kali lipat dari produksi saat ini yang berkisar antara 160–170 ribu ton. Target realistisnya adalah mencapai 320–330 ribu ton dengan optimalisasi lahan eksisting.
“Kalau 60 sampai 70 persen dari target bisa kita capai, itu sudah luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PTI Kaltim Akbar Patampo menegaskan kesiapan organisasinya untuk menyambut tantangan tersebut. Ia menyampaikan bahwa PTI telah menjalankan program kerja yang bersinergi dengan swasta dan memperluas struktur hingga tingkat kecamatan melalui Sekolah Tani Muda.
“Melalui delapan program utama dan agenda Rakorda yang akan digelar, kami siap berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim,” ujar Akbar.
Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antarsektor dalam mengatasi tantangan pangan. Pemerintah berharap kehadiran PTI akan menciptakan ekosistem pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan. (ADV).
