Samarinda – Tanpa panggung megah dan tanpa pidato panjang, pesan itu mengalir sederhana namun bermakna. Berdiri santai dengan kemeja putih dan bola sepak di tangannya, Seno Aji menyapa warga Kalimantan Timur lewat sebuah video singkat. Dari layar Instagram, ia mengajak masyarakat menikmati Piala Dunia 2026 melalui satu saluran yang dekat dengan rakyat: TVRI.
Ajakan tersebut diunggah melalui akun pribadinya, @senoaji.official, pada Jumat (23/1/2026). Dalam video singkat itu, Seno Aji menegaskan bahwa ajang sepak bola terbesar di dunia dapat disaksikan melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport. Pesannya ringkas, namun sarat makna, terutama bagi warga di pelosok Kalimantan Timur yang akses siaran televisinya masih terbatas.
“Saksikan Piala Dunia hanya di TVRI Nasional dan TVRI Sport tahun 2026,” ucap Seno Aji sambil menatap kamera.
Bagi Seno Aji, Piala Dunia bukan sekadar tontonan elite bagi masyarakat perkotaan. Ia memahami betul kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas, dengan banyak wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau siaran televisi swasta. Dalam konteks inilah, peran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik menjadi sangat penting.
Hal tersebut juga ia sampaikan dalam agenda Kick Off Bola Gembira FIFA World Cup 2026. Seno Aji mengapresiasi keputusan FIFA yang memberikan hak siar kepada TVRI, sehingga pesta sepak bola dunia tetap bisa dinikmati oleh masyarakat hingga ke daerah pinggiran.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami warga Kaltim. Masih banyak wilayah yang belum terjangkau siaran televisi lain, namun tetap bisa menikmati tayangan TVRI,” ujarnya.
Di banyak kampung dan kawasan terpencil, TVRI bukan sekadar saluran hiburan. Televisi publik ini menjadi jendela informasi, penghubung warga dengan peristiwa nasional dan internasional, termasuk ajang olahraga kelas dunia. Kehadiran siaran Piala Dunia melalui TVRI dinilai mampu menghadirkan rasa keadilan akses hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih jauh, Seno Aji memandang Piala Dunia sebagai ruang kebersamaan. Bukan hanya soal skor, gol, atau trofi, tetapi momen ketika keluarga dan tetangga berkumpul di depan layar, berbagi sorak, kecewa, dan harapan. Di tengah keterbatasan fasilitas, sepak bola menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan.
“Piala Dunia bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang kebersamaan,” tutur Seno Aji.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap TVRI Kaltim yang selama ini konsisten menghadirkan informasi daerah, hiburan, dan tayangan olahraga bagi masyarakat. Ia berharap TVRI terus menjalankan perannya sebagai media publik yang inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Semoga TVRI terus menjadi media publik yang menghadirkan siaran berkualitas dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.
Dengan ajakan sederhana dari layar ponsel, Seno Aji berharap euforia Piala Dunia 2026 benar-benar bisa dirasakan hingga ke pelosok Kalimantan Timur, menghadirkan kebahagiaan bersama, tanpa sekat akses dan tanpa jarak.
