Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama PT PLN (Persero) terus mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke desa-desa terpencil. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengaku bersyukur karena daerah yang dipimpinnya terus mendapatkan perhatian dari PLN dalam program elektrifikasi desa.
Hal tersebut disampaikan Ardiansyah usai menerima audiensi jajaran PT PLN (Persero) di Ruang Kerja Bupati Kutai Timur, Jumat (5/7/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PT PLN (Persero) Kalimantan Timur Nur Hakim, Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sangatta Muhamad Hery Barus beserta jajaran.
Ardiansyah mengatakan, luasnya wilayah Kutai Timur menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan, termasuk penyediaan energi listrik. Namun, ia mengaku bersyukur karena PLN terus memberikan perhatian besar kepada daerah tersebut.
“Untuk PLN kita bersyukur. Terus terang Kutai Timur ini betul-betul mendapat perhatian dari mereka,” ujar Ardiansyah.
Ia bahkan mengenang ketika pernah mengajak jajaran PLN melihat langsung kondisi sejumlah wilayah di Kutai Timur yang masih belum terjangkau listrik.
Menurutnya, saat itu banyak pihak yang melihat betapa luasnya wilayah Kutai Timur dan masih banyak daerah yang memerlukan pelayanan dasar.
“Suatu saat mereka sempat saya bawa keliling. Ada yang mengatakan saya menangis melihat kondisi itu. Itu mereka yang bilang, bukan saya. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa inilah kondisi Kutai Timur yang sebenarnya,” katanya sambil tersenyum.
Bupati dua periode tersebut mengatakan, perjuangan menghadirkan listrik hingga pelosok desa menjadi salah satu pekerjaan besar pemerintah daerah.
Karena itu, ia mengapresiasi komitmen PLN yang masih melanjutkan pembangunan jaringan listrik pada tahun 2025 dan 2026.
“Alhamdulillah tahun ini masih ada lagi beberapa yang mereka berikan. Tahun depan juga masih ada sebagian program-program yang memang sulit terjangkau. Mudah-mudahan PLN bisa segera hadir juga tahun depan,” ujarnya.
Tinggal Tiga Desa
Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PT PLN (Persero) Kalimantan Timur, Nur Hakim, menjelaskan bahwa sebelumnya masih terdapat 26 desa di Kutai Timur yang belum menikmati layanan listrik.
Pada tahun 2025, PLN melaksanakan pembangunan jaringan listrik di 15 lokasi yang mencakup 13 desa baru.
“Di Kabupaten Kutai Timur sebelumnya masih terdapat 26 desa yang belum berlistrik. Pada tahun 2025 kami melaksanakan pembangunan di 15 lokasi untuk melayani 13 desa baru. Alhamdulillah, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Sebagian besar pekerjaan yang ditargetkan tahun ini telah selesai sehingga jumlah desa yang belum berlistrik terus berkurang secara signifikan.
Memasuki tahun 2026, PLN kembali memperoleh penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melaksanakan pembangunan jaringan di 31 lokasi yang mencakup 21 desa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 desa merupakan desa baru yang akan menikmati layanan listrik untuk pertama kalinya.
Dengan selesainya program tahun 2026, hanya tersisa tiga desa yang belum teraliri listrik.
“Setelah pembangunan tahun 2026 selesai, tinggal tiga desa lagi yang belum terlayani. Untuk tiga desa itu akan kami usulkan pembangunannya pada tahun 2027. Mudah-mudahan bisa terealisasi sehingga pada tahun 2028 Kutai Timur sudah mencapai rasio elektrifikasi 100 persen,” kata Nur Hakim.
Ketiga desa yang masih menjadi pekerjaan rumah tersebut adalah Desa Pulau Miang, Desa Sandaran, serta wilayah Tanjung Mangkalihat.
Mendengar pemaparan tersebut, Ardiansyah berharap ketiga desa tersebut bahkan dapat diselesaikan lebih cepat dari target.
“Mudah-mudahan semuanya bisa terang semua. Tadi tinggal tiga desa. Mudah-mudahan bisa menyusul pada 2027. Tapi kalau saya maunya tahun ini,” ucapnya.
Menurut Ardiansyah, apabila memungkinkan, PLN dapat mencari alternatif teknis untuk mempercepat penyambungan jaringan.
“Kalau untuk Mangkalihat sama Sandaran misalnya bisa ditarik dari wilayah yang sudah hidup, tentu itu lebih bagus lagi,” katanya.
Infrastruktur dan Perizinan Jadi Tantangan
Di balik capaian tersebut, PLN mengakui masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Nur Hakim menyebut kondisi infrastruktur menuju lokasi pembangunan menjadi tantangan terbesar. Banyak daerah tujuan pembangunan memiliki akses jalan tanah, kawasan rawa, dan medan berlumpur yang menyulitkan mobilisasi material.
Selain itu, pembangunan jaringan listrik juga memerlukan berbagai perizinan karena sebagian jalur melewati perkebunan sawit milik perusahaan maupun masyarakat.
“Rata-rata jalurnya melewati pohon sawit. Penebangan pohon tentu harus mendapatkan izin. Sebagian perizinannya bahkan harus melalui pemerintah pusat karena berkaitan dengan produksi perusahaan,” jelasnya.
Berdasarkan data “Potensi Kendala Pelaksanaan Pembangunan Listrik Desa Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026”, terdapat 31 lokasi yang berpotensi mengalami hambatan.
Kendala tersebut meliputi izin penebangan pohon milik perusahaan dan warga, perizinan kawasan hutan, hingga persetujuan dari perusahaan tambang.
Beberapa lokasi yang menghadapi tantangan antara lain Desa Himba Lestari di Kecamatan Batu Ampar, Desa Tebangan Lembak di Kecamatan Bengalon, wilayah Marukangan dan Susuk Tengah di Kecamatan Sandaran, Desa Kerayaan di Kecamatan Sangkulirang, hingga Dusun Air Port dan Teluk Lombok di Desa Sangkima yang berada di bawah kewenangan Balai Taman Nasional Kutai.
Sementara pembangunan jaringan menuju Bukit Kayangan di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, memerlukan persetujuan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Meski demikian, Nur Hakim mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang dinilai sangat responsif dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
“Alhamdulillah komunikasi kami dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berjalan sangat baik. Mulai dari tingkat kabupaten hingga jajaran di bawahnya memberikan respons cepat sehingga kolaborasi antara PLN dan seluruh stakeholder dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
