Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyatakan masyarakat Kalimantan Timur merasa sangat gembira dan berbangga hati menyambut keputusan tentang Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Penetapan IKN ini menjadi pusat dari peradaban baru Indonesia. Dan hadirnya IKN, tentu memberi dampak yang baik bagi masyarakat Kaltim,” kata Sekda Sri Wahyuni saat Talkshow Jendela Negeri Program TVRI bertema IKN dan Pemerataan Pembangunan, Rabu lalu.
Sebagai contoh, lanjut Sekda pada tahun 2019 setahun sebelum pandemi ketika Presiden Jokowi menetapkan ibu kota negara ada di Kaltim, pada saat itu okupansi hotel dan tingkat kunjungan semula menurun di Balikpapan dan sekitarnya, tiba-tiba langsung meningkat.
Peningkatan ini menurut dia, tentu membawa dampak bagi perekonomian di Balikpapan dan sekitarnya. Dan saat ini pembangunan tahap pertama IKN memberikan dampak ekonomi bagi Kaltim.
Saat ini pertumbuhan ekonomi di Kaltim sudah diangka 6,8 persen, sehingga gegap gempita IKN disambut baik. Meskipun berharap kehadiran IKN akan memberi kesempatan bagi masyarakat lokal untuk mendapat akses ekonomi yang lebih baik.
“Dan tidak hanya Kaltim tentunya, tapi juga daerah-daerah di wilayah Tengah dan Timur Indonesia,” tuturnya.
Berbicara IKN dan pemerataan pembangunan, tambahnya, saat ini IKN dibawah Otorita IKN dan Kaltim sebagai mitra strategis dan penyangga IKN, sudah dinaungi Undang-Undang yang menyebutkan bahwa wilayah regional Kalimantan itu adalah mitra strategis IKN.
Saat ini, sambung Sri, Pemerintah Indonesia melalui Bappenas bekerjasama Bappeda Kaltim, juga pemerintah Korea, sedang menyusun sebuah kajian kewilayahan untuk mendukung kesiapan pengembangan bagaimana suporting sistemnya nanti antara daerah-daerah sekitar dengan IKN.
“Tentu ini akan menjadi sebuah landasan bagi kita untuk melakukan penguatan program. Memberikan bagaimana penguatan peluang untuk distribusi ekonomi, sosial budaya, dan apa saja di sekitar wilayah IKN yang bisa nanti memberikan dukungan dengan dampak timbal balik yang menguntungkan bagi Kaltim maupun IKN,” imbuhnya.
Dan pembangunan IKN, ujarnya, merupakan upaya Pemerintah untuk mengusung pembangunan ekonomi yang inklusif, dengan menyebarluaskan magnet pertumbuhan ekonomi baru.
Sehingga pertumbuhan semakin merata ke wilayah luar Jawa, guna mendukung pembangunan Indonesia Sentris menuju Indonesia maju.
Selain itu, Perpres sudah ditetapkan adanya yang namanya Super Hub IKN, sebagai daerah-daerah yang menjadi penggerak untuk ekonomi IKN dan sekitarnya.
“Jadi IKN sendiri, kemudian ada Samarinda, Balikpapan, PPU, Kukar lalu ada kawasan industri di Kaltim juga dinyatakan sebagai super hub untuk industrialisasi. Tidak hanya berdampak bagi Kaltim tapi juga berkontribusi untuk pengembangan ekonomi IKN,” pungkasnya.
