Kutim – Di tengah menghangatnya pembicaraan mengenai calon Ketua KONI Kutai Timur, Rahman mengingatkan bahwa target prestasi olahraga daerah tidak boleh kehilangan arah. Menurut Ketua Forum Masyarakat Pemerhati Olahraga Kutai Timur yang juga menjabat Wakil Sekretaris I KONI Kutai Timur itu, seluruh elemen olahraga sebaiknya mengutamakan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur daripada larut dalam dinamika politik organisasi.
Rahman menilai munculnya deklarasi maupun penggalangan dukungan terhadap bakal calon Ketua KONI merupakan bagian dari proses demokrasi yang wajar dalam sebuah organisasi. Setiap individu, kata dia, memiliki kebebasan menentukan pilihan dan memberikan dukungan kepada sosok yang dianggap layak memimpin. Namun, momentum saat ini dinilai belum tepat apabila dinamika tersebut melibatkan cabang olahraga yang sedang mempersiapkan atlet menghadapi ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi.
“Kami memandang bahwa munculnya gerakan penggalangan dukungan terhadap calon Ketua KONI merupakan hal yang sah dan menjadi bagian dari dinamika organisasi. Setiap individu memiliki hak untuk memberikan dukungan kepada siapa pun yang dianggap mampu memimpin KONI ke depan,” kata Rahman.
Ia menjelaskan, atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga membutuhkan suasana yang kondusif agar program pembinaan dapat berjalan optimal. Konsentrasi yang terpecah akibat isu pergantian kepengurusan dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesiapan kontingen Kutai Timur dalam menghadapi persaingan di Porprov VIII.
Menurut Rahman, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah memasang target tinggi dengan menginginkan daerah ini mampu menembus posisi tiga besar pada Porprov VIII Kalimantan Timur. Target tersebut, lanjutnya, memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari pembinaan atlet, pelaksanaan program latihan, hingga menjaga soliditas antarorganisasi olahraga.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri untuk tidak membawa cabor ke dalam arus dukung-mendukung calon Ketua KONI pada saat ini. Biarkan para atlet dan pelatih fokus menjalani program latihan serta persiapan menuju Porprov,” ujarnya.
Rahman juga berpandangan bahwa agenda suksesi kepemimpinan KONI tetap penting untuk keberlanjutan organisasi. Namun, pembahasannya akan lebih bijaksana apabila dilakukan setelah seluruh rangkaian Porprov VIII selesai sehingga tidak mengganggu fokus pembinaan maupun target prestasi olahraga Kutai Timur.
Ia berharap seluruh insan olahraga dapat menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan daerah. Dengan suasana yang kondusif, peluang Kutai Timur mencapai target yang telah ditetapkan diyakini akan semakin terbuka, sementara proses demokrasi organisasi tetap dapat berlangsung pada waktu yang lebih tepat.
