Pasuruan – “Perjalanan menuju Baitullah selalu dimulai dari niat yang tulus.” Kalimat itu terasa menggambarkan suasana haru yang menyelimuti pemberangkatan 21 jamaah umroh dalam program yang digagas Gus Muk Bolo Sewu di Pasuruan. Sejak dini hari, keluarga, santri, dan masyarakat mengiringi keberangkatan para jamaah dengan doa dan harapan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat umroh yang mabrur.
Sebanyak 21 jamaah mulai berkumpul di kediaman Gus Muk Bolo Sewu sekitar pukul 04.00 WIB sebelum mengikuti doa bersama. Dalam perjalanan ibadah tersebut, seluruh proses keberangkatan dipercayakan kepada biro perjalanan resmi Nawara Hajj & Umra Service. Hal itu tampak dari perlengkapan perjalanan, koper, serta atribut yang digunakan oleh seluruh peserta. Setelah doa bersama selesai, rombongan bergerak menuju Pondok Metal sebagai lokasi pelepasan sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Yogyakarta. Dari kota tersebut, para jamaah dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Program ini menjadi perhatian masyarakat karena seluruh biaya keberangkatan ditanggung sepenuhnya. Inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki keinginan kuat menunaikan ibadah umroh namun masih terkendala kemampuan ekonomi.
“Untuk sekarang 21 orang yang berangkat, ini gratis. Ke depan, dengan izin Allah, dalam satu tahun harapannya kalau bisa kita mampu memberangkatkan hingga 100 orang jamaah,” tegas Gus Muk Bolo Sewu.
Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen untuk menjadikan program umroh gratis sebagai kegiatan yang berkelanjutan. Target memberangkatkan hingga 100 jamaah setiap tahun diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memenuhi panggilan beribadah ke Baitullah.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari masyarakat sekitar. Kehadiran warga yang ikut mengantar keberangkatan jamaah mencerminkan antusiasme sekaligus rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Banyak pihak menilai langkah tersebut menjadi contoh nyata kepedulian terhadap sesama melalui pemberian kesempatan beribadah.
“Tentu kami dari masyarakat sangat bersyukur dan terharu melihat kepedulian Gus Muk. Tidak semua orang memiliki kemampuan finansial untuk berangkat ke Tanah Suci, meskipun niatnya sangat kuat. Apa yang dilakukan beliau ini bukan sekadar bantuan, tetapi mewujudkan mimpi banyak orang. Ini menjadi inspirasi dan teladan bagi kita semua tentang indahnya berbagi,” ungkap perwakilan masyarakat setempat saat mengantar keberangkatan jamaah.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 21 jamaah yang mengikuti program umroh gratis tersebut terdiri atas Lailatul Karomah, Farhan Isa Maulana, Sara Rahmania Maulida, Zara Sabita Fahrani, Kiran Nuril Maulidia, Agus Riadi, Agus Ahadi, Abdur Rokhman, M. Nidhommalik, Hariyanto, Hari Prasetyo, Mustain, Syafi’i Hasyim, Sulikhah Muhammad Sholeh, Astrie Mandalika, Moch. Rifqi Zulkarnaen Akbar, Nur Chasanah, Yuni Fitriyani, Suhartatik Surachman, Daffa Khoirullah Arifin, dan Samsul Arifin.
Program umroh gratis ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima, tetapi juga mampu menginspirasi semakin banyak pihak untuk berbagi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan semangat kebersamaan serta dukungan berbagai pihak, cita-cita memberangkatkan lebih banyak jamaah setiap tahun diharapkan dapat terwujud sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
