Sijunjung – Disiplin di tubuh kepolisian ibarat cermin yang tak bisa berbohong; sedikit saja retak, pantulan kepercayaan publik ikut terganggu. Di tengah tuntutan pelayanan yang makin ketat, Polres Sijunjung menerima kunjungan Tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Barat dalam pelaksanaan Operasi Gaktiplin di Mapolres Sijunjung, Kamis (9/4/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan itu menjadi penegasan bahwa pembenahan institusi tidak cukup hanya lewat slogan, tetapi harus hadir dalam pengawasan nyata di lapangan.
Kunjungan tersebut diterima langsung Kapolres Sijunjung Willian Harbensyah. Tim yang dipimpin Kabid Propam Polda Sumbar Siswantoro datang bersama 15 personel dan disambut jajaran Polres Sijunjung, mulai dari Wakapolres Deny AH, para pejabat utama, kapolsek di wilayah hukum setempat, hingga anggota kepolisian lainnya. Operasi Gaktiplin ini digelar sebagai langkah pencegahan terhadap pelanggaran disiplin dan kode etik profesi, sekaligus memastikan seluruh personel tetap bekerja sesuai aturan, tata tertib, dan standar yang berlaku di lingkungan Polri.
Dalam sambutannya, Kapolres Sijunjung menilai kegiatan tersebut sebagai bagian penting dari upaya menjaga kehormatan lembaga. Menurutnya, penegakan disiplin bukan semata mencari kesalahan anggota, melainkan menjaga kualitas institusi agar tetap dipercaya masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembinaan internal harus terus dilakukan agar setiap anggota memahami tanggung jawab moral maupun profesional dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari.
“Pelaksanaan Gaktiplin ini menjadi langkah penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas institusi Polri,” ujar Willian Harbensyah.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa disiplin internal dipandang sebagai pondasi utama dalam membangun pelayanan publik yang baik. Ketika personel tertib terhadap aturan, maka kehadiran polisi di tengah masyarakat akan lebih mudah diterima, terlebih di tengah sorotan publik terhadap kualitas pelayanan aparat penegak hukum.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Sumbar Siswantoro menegaskan bahwa Operasi Gaktiplin merupakan bentuk pengawasan internal yang harus dijalankan secara konsisten. Pengawasan tersebut mencakup kepatuhan terhadap aturan disiplin, penampilan anggota, kelengkapan administrasi, hingga perilaku sehari-hari yang dapat memengaruhi citra Polri. Ia juga mengingatkan bahwa profesionalisme tidak hanya terlihat dari ketegasan bertugas, tetapi juga dari kesiapan menerima laporan warga dan meresponsnya dengan cepat serta tepat.
“Seluruh personel Polri harus mematuhi aturan disiplin, menjaga sikap tampang, serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra Polri,” kata Siswantoro.
Dalam pelaksanaannya, tim Propam melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap personel Polres Sijunjung. Aspek yang diperiksa meliputi kerapian penggunaan gampol, sikap tampang, kelengkapan surat-surat administrasi, hingga pengecekan gudang penyimpanan senjata api dinas. Tak hanya itu, tes urine juga dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan semacam ini menjadi bagian dari standar pengawasan yang menekankan kedisiplinan personal sekaligus keamanan dalam penggunaan fasilitas dinas.
Dari pemeriksaan terhadap 125 personel, tim tidak menemukan pelanggaran berat maupun indikasi penyalahgunaan narkotika. Hasil itu menjadi catatan positif bagi Polres Sijunjung, meski evaluasi kecil tetap diberikan. Beberapa anggota diketahui masih belum sepenuhnya memenuhi ketentuan terkait kerapian seragam dan potongan rambut. Atas temuan itu, tim langsung memberikan teguran di tempat sebagai bentuk pembinaan agar kekurangan serupa tidak terulang.
Langkah pembinaan langsung tersebut menunjukkan bahwa penegakan disiplin tidak selalu berakhir dengan sanksi berat, melainkan juga edukasi dan koreksi cepat terhadap hal-hal yang masih bisa diperbaiki. Pendekatan ini penting untuk membangun budaya kerja yang tertib tanpa mengabaikan sisi pembinaan terhadap personel.
Secara lebih luas, Operasi Gaktiplin juga mencerminkan komitmen Polri dalam memperkuat pengawasan dari dalam tubuh organisasi. Di tengah ekspektasi publik terhadap aparat yang humanis, bersih, dan responsif, disiplin internal menjadi syarat mutlak agar pelayanan tidak berhenti pada formalitas. Dari seragam yang rapi hingga kesiapan menindaklanjuti laporan masyarakat, seluruhnya menjadi bagian dari wajah institusi di mata publik.
Dengan hasil pemeriksaan yang relatif baik, Polres Sijunjung diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan standar kedisiplinan personelnya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat menuntut konsistensi, bukan hanya di hadapan warga, tetapi juga di ruang-ruang pengawasan internal. Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat lahir dari kedisiplinan yang dijaga setiap hari, bukan sekadar diumumkan dalam upacara.
