Samarinda – Demokrasi tidak tumbuh dalam ruang hampa, melainkan dari kesadaran warga. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-3 yang digelar di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026) ini diinisiasi oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur, Prof. Dr. H. Jahidin. Forum tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal PKB Kota Samarinda, Wahyudin, S.Pd, serta tokoh pemuda Kalimantan Timur, Irwansyah, S.Pd., S.H., sebagai narasumber utama. Agenda ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terkait pentingnya demokrasi di tingkat lokal.
Peserta yang terdiri dari warga setempat mengikuti kegiatan dengan antusias. Diskusi berlangsung aktif, membahas bagaimana masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses demokrasi, mulai dari pengawasan kebijakan hingga partisipasi dalam kegiatan sosial-politik.
“Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi bagaimana masyarakat ikut mengawal jalannya pemerintahan,” ujar Wahyudin, S.Pd.
Ia juga menekankan bahwa literasi politik menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru, terutama di tengah derasnya arus media sosial.
Sementara itu, Irwansyah mengajak generasi muda untuk tidak bersikap pasif terhadap dinamika politik di daerah.
“Pemuda harus berani terlibat dan menyuarakan aspirasi. Demokrasi akan kuat jika generasi mudanya peduli,” katanya.
Menurutnya, peran pemuda tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang membawa nilai-nilai demokrasi ke lingkungan yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui dialog terbuka, warga dapat menyampaikan pandangan dan harapan mereka terhadap pembangunan daerah, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat.
Selain itu, kegiatan PDD ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan hak dan kewajibannya dalam sistem demokrasi. Edukasi politik yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan daerah yang partisipatif.
Dengan terselenggaranya PDD ke-3 ini, upaya penguatan demokrasi di Samarinda diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga tercipta kehidupan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (ADV).
