Cilegon – Di tengah riuhnya ancaman krisis iklim, langkah kecil menanam pohon menjadi simbol besar harapan. Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menghadirkan aksi nyata melalui bakti sosial ekologis di kawasan Situ Rawa Arum, Kota Cilegon, Banten, sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-72 organisasi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pada [Kamis (10/4/2026)] ini mengusung tema “Menanam Hari Ini, Menjaga Esok Hari”. Puluhan kader GMNI bersama Pemerintah Kota Cilegon terlibat langsung dalam aksi penghijauan, termasuk penanaman bibit pohon di sekitar kawasan Situ Rawa Arum. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya serap karbon, menekan risiko kerusakan lingkungan, serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah industri.
Acara tersebut dibuka oleh Kabid Ketahanan Sosial dan Ekonomi Bakesbangpol Provinsi Banten, Drs. Taufikurohman, M.Si, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Bung Patra Dewa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan organisasi, tetapi juga bentuk konkret kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah dalam merespons isu lingkungan.
“Tema besar Dies Natalis GMNI ke-72 tahun dengan Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945, mengedepankan ekonomi yang dikelola secara bersama-sama dan gotong royong, dan GMNI menjadi motor agent of change untuk bersama-sama wujudkan kepentingan rakyat dalam membangun masyarakat Pancasila.”
Pernyataan tersebut disampaikan Patra Dewa sebagai penegasan bahwa gerakan ekologis ini memiliki landasan ideologis yang kuat. Ia menilai, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial yang berpihak pada rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Asisten Daerah III Pemkot Cilegon, Syafrudin, yang menilai GMNI sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang konsisten menghadirkan gerakan yang berdampak.
“Apresiasi terhadap semangat pejuang-pemikir kader GMNI dalam menyongsong agenda Dies Natalis ke-72 tahun. Kami berharap besar GMNI mampu menjadi candradimuka dari pergerakan mahasiswa di Indonesia.”
Sementara itu, perwakilan masyarakat dari LSM Gapura Situ Rawa Arum, Husain, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi rakyat.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan dalam menjaga ekosistem lingkungan dan keberlangsungan ekonomi kerakyatan.”
Selain aksi penanaman pohon, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kesejahteraan manusia tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan. GMNI menilai bahwa menjaga alam sama halnya dengan menjaga kehidupan bersama.
“Kami percaya bahwa kesejahteraan manusia tidak bisa dipisahkan dari kesehatan lingkungannya. Menolong sesama juga berarti menjaga rumah besar kita bersama, yaitu bumi.”
Sebagai penutup, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk merawat pohon yang telah ditanam. Komitmen ini menjadi simbol bahwa gerakan ekologis yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal menuju perubahan yang berkelanjutan.
Melalui aksi ini, DPP GMNI kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa yang aktif menjawab tantangan zaman, terutama dalam isu lingkungan hidup dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis nilai Pancasila.
