Jember – Panggung diplomasi daerah kini tak lagi hanya milik kota-kota besar. Bak bintang yang mulai bersinar di langit investasi, Kabupaten Jember dinilai semakin mendapat perhatian dunia internasional setelah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Jinhua, China. Langkah tersebut dianggap menjadi penanda meningkatnya posisi Jember dalam peta kerja sama global.
Penilaian itu muncul menyusul kunjungan resmi delegasi Kota Jinhua ke Pendapa Wahyawibawagraha pada Selasa (2/6/2026). Kehadiran perwakilan dari Negeri Tirai Bambu tersebut dipandang sebagai sinyal positif terhadap semakin terbukanya peluang investasi dan kolaborasi internasional bagi Kabupaten Jember.
Pengamat kebijakan publik Universitas Brawijaya Malang, Irfan Kharisma Putra, menilai keberhasilan sebuah daerah dalam menarik perhatian mitra luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya yang dimiliki. Menurutnya, faktor kepemimpinan serta kemampuan membangun komunikasi strategis turut menjadi penentu dalam menciptakan kepercayaan dengan calon investor maupun mitra internasional.
“Jember mulai dipandang sebagai wilayah yang memiliki prospek besar di berbagai sektor strategis, mulai dari modernisasi pertanian, industri kreatif, pariwisata, hingga kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, citra Kabupaten Jember telah mengalami perkembangan yang signifikan. Daerah yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan agraris dengan komoditas tembakau dan pusat pendidikan di wilayah tapal kuda kini dinilai memiliki daya tarik yang lebih luas, terutama dalam sektor ekonomi dan investasi.
Irfan juga menyoroti peran Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait dalam pertemuan bersama delegasi Kota Jinhua. Menurutnya, kemampuan komunikasi yang ditunjukkan kepala daerah tersebut mencerminkan kepemimpinan yang siap membawa Jember bersaing di tingkat internasional.
“Dari sudut pandang sosiologi komunikasi, bahasa tubuh yang ditunjukkan sangat kuat. Gestur yang tegas, pembawaan yang lugas, serta komunikasi yang cair mengirimkan pesan bahwa Jember hadir sebagai mitra yang setara, bukan pihak yang merasa inferior,” jelasnya.
Menurut Irfan, sikap percaya diri tersebut memiliki arti penting dalam membangun hubungan Sister City yang sehat dan berkelanjutan. Dengan posisi sebagai mitra yang setara, kerja sama yang dibangun tidak semata-mata didasarkan pada kebutuhan bantuan, tetapi lebih pada upaya tumbuh bersama melalui prinsip saling menguntungkan.
Ia menambahkan, dalam banyak hubungan internasional, investor dan mitra asing biasanya tidak hanya mempertimbangkan potensi ekonomi daerah. Karakter kepemimpinan yang adaptif, progresif, serta memiliki orientasi pada hasil konkret juga menjadi faktor yang menentukan keputusan mereka.
“Karakter kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada hasil nyata seperti ini menjadi modal penting untuk mempercepat modernisasi birokrasi, memperkuat daya saing daerah, sekaligus mengangkat posisi Jember di mata dunia internasional,” pungkasnya.
Penjajakan kerja sama antara Kabupaten Jember dan Kota Jinhua diharapkan menjadi awal terbukanya berbagai peluang baru, mulai dari investasi, pertukaran teknologi, pengembangan sektor ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus mempertegas upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperluas jejaring internasional demi mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan kompetitif. (ADV).
