Jember – Seperti membuka gerbang menuju layanan kesehatan berstandar global, Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat kini berada selangkah lebih dekat menjadi pusat vaksinasi internasional di Kabupaten Jember. Harapan tersebut menguat setelah tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Probolinggo melakukan kunjungan verifikasi dan peninjauan kesiapan sarana rumah sakit, Rabu (3/6/2026).
Apabila seluruh tahapan dan persyaratan terpenuhi, RSD Kalisat akan memperoleh kewenangan untuk menyelenggarakan vaksinasi internasional sekaligus menerbitkan International Certificate of Vaccination (ICV). Kehadiran layanan tersebut akan memudahkan calon jemaah haji dan umrah, pekerja migran Indonesia, maupun masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa harus mengurus dokumen kesehatan di luar daerah.
Direktur RSD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan guna memenuhi ketentuan pelayanan vaksinasi internasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
“Kami berharap setelah izin operasional terbit, masyarakat di wilayah utara Jember dapat memperoleh layanan vaksin internasional dengan lebih mudah dan cepat tanpa harus bepergian jauh,” ujarnya.
RSD Kalisat yang berstatus rumah sakit tipe C dengan akreditasi paripurna dan kapasitas 112 tempat tidur saat ini melayani rujukan kesehatan dari sedikitnya 10 kecamatan di kawasan utara Jember. Untuk mendukung layanan baru tersebut, manajemen rumah sakit telah membentuk tim khusus yang terdiri atas dokter vaksinator bersertifikat, perawat, tenaga farmasi, ahli teknologi elektromedis, serta petugas administrasi yang telah dipersiapkan secara khusus.
Selain sumber daya manusia, fasilitas pelayanan vaksin internasional juga disiapkan secara terpisah dari layanan umum rumah sakit. Klinik khusus tersebut nantinya dilengkapi ruang pendaftaran, ruang tunggu, ruang pemeriksaan, ruang tindakan, serta sistem administrasi berbasis komputer guna mendukung pelayanan yang lebih efektif.
Rumah sakit juga telah melengkapi sarana penyimpanan vaksin dengan sistem rantai dingin atau cold chain sesuai standar internasional. Berbagai perangkat seperti lemari pendingin vaksin, data logger, cool box, cool pack, freeze tag, hingga alarm pemantau suhu telah tersedia untuk memastikan kualitas vaksin tetap terjaga.
“Kami menyiapkan seluruh sarana sesuai standar agar mutu vaksin tetap terjamin sejak penyimpanan hingga diberikan kepada masyarakat,” jelas Nurullah.
Tidak hanya itu, prosedur penanganan kejadian pasca imunisasi juga telah disiapkan, termasuk antisipasi terhadap syok anafilaktik dengan dukungan troli emergensi dan peralatan medis yang memadai.
Dalam proses visitasi tersebut, tim BKK Probolinggo memberikan apresiasi terhadap kesiapan RSD Kalisat yang telah melengkapi dokumen sertifikat halal vaksin internasional sejak tahap awal pengajuan izin.
“Biasanya sertifikat halal menjadi rekomendasi setelah izin terbit. Namun RSD Kalisat justru sudah menyiapkannya lebih awal. Ini menunjukkan keseriusan yang patut diapresiasi,” ungkap Kepala BKK Probolinggo, dr. Acub Zaenal AMOE, MPH.
Menurutnya, aspek kehalalan vaksin masih menjadi perhatian utama masyarakat, terutama bagi calon jemaah haji dan umrah yang membutuhkan kepastian terkait penggunaan vaksin internasional.
“Keraguan terkait status halal vaksin masih sering kami temui. Karena itu kesiapan dokumen tersebut menjadi nilai tambah yang sangat baik,” katanya.
Meski demikian, Acub menegaskan bahwa keputusan akhir tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan secara menyeluruh. Berbagai aspek teknis, mulai dari kualitas jaringan internet, standar penyimpanan vaksin sesuai ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sistem distribusi, hingga kesiapan peralatan darurat akan diperiksa secara detail.
“Secara umum kesannya sangat baik. Namun keputusan final tetap berdasarkan hasil telusur lapangan dan pemenuhan seluruh standar yang dipersyaratkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila masih ditemukan kekurangan pada salah satu persyaratan, proses perizinan dapat ditunda hingga seluruh standar dipenuhi. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, RSD Kalisat masih harus mengikuti tahapan On The Job Training (OJT) yang difasilitasi BKK Probolinggo sebelum izin operasional resmi diterbitkan.
Jika seluruh proses berjalan lancar, keberadaan klinik vaksinasi internasional di RSD Kalisat akan menjadi angin segar bagi masyarakat Jember, khususnya wilayah utara. Warga nantinya dapat memperoleh vaksin internasional dan dokumen kesehatan perjalanan secara lebih mudah, cepat, dan dekat dengan tempat tinggal mereka. (ADV).
