Sidoarjo – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengambil langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok. Sejumlah kebijakan mulai dari pemantauan harga di pasar, koordinasi dengan distributor, hingga operasi pasar murah akan dilakukan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menegaskan bahwa pemkab akan terus berupaya mengendalikan inflasi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami akan memantau distributor dan melakukan sidak pasar untuk memastikan pasokan aman. Jika diperlukan, bantuan transportasi dari APBD juga akan diberikan untuk kelancaran distribusi,” ujar Fenny di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (28/2/2025).
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga mendorong masyarakat untuk membeli hasil panen lokal guna menjaga stabilitas harga dan mendukung petani setempat. Menurutnya, langkah ini bisa membantu mencegah lonjakan harga yang biasa terjadi saat menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, harga eceran tertinggi (HET) sejumlah bahan pokok masih dalam kondisi stabil. Hingga 27 Februari 2025, harga minyak goreng tercatat Rp18.705 per liter, beras premium Rp15.250 per kilogram, dan gula Rp17.384 per kilogram.
Sebagai langkah konkret, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo akan mengadakan operasi pasar pangan murah untuk memastikan harga tetap terjangkau. Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan digelar setiap Senin hingga Kamis mulai 10 hingga 24 Maret 2025, bekerja sama dengan Bulog, ID Food, PG Candi, dan berbagai pihak lainnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
