Blitar – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Blitar, Jawa Timur, berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga mereka. Tradisi ini untuk mengenang leluhur serta memohon berkah agar puasa berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Hendra, warga Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, mengatakan bahwa ziarah makam sebelum puasa menjadi momen penting bagi keluarganya. Ia meyakini bahwa tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur yang telah tiada.
“Minggu terakhir sebelum puasa, dari pagi hingga sore, masyarakat ramai berkunung ke makam-makam di Blitar. Kami berdoa agar arwah orang tua dan leluhur diampuni segala dosanya. Selain itu, kami juga memohon kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa,” ujar Hendra, Jumat (28/2/2025).
Wandi, warga Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Menurutnya, ziarah makam bukan hanya sekadar berdoa, tetapi juga menjadi momen perenungan bagi setiap individu untuk memperbarui niat dalam menjalankan ibadah.
“Kami berharap bulan puasa tahun ini berjalan dengan lancar dan membawa berkah bagi semua. Selain itu, kami juga ingin agar situasi di Blitar tetap kondusif selama Ramadhan, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” tuturnya.
Tradisi ziarah makam sebelum Ramadhan telah berlangsung turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Blitar. Selain berdoa, warga juga membersihkan makam dan menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar yang berkumpul menjelang bulan suci.
Dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual, masyarakat Blitar berharap dapat menjalani ibadah puasa dengan hati yang lebih bersih dan penuh ketenangan.
