Mojokerto – Bangunan tanggul bronjong di Sungai Marmoyo yang ambrol hingga saat ini belum kunjung diperbaiki, membuat warga Dusun Pencarikan, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, resah. Tanggul yang seharusnya melindungi warga dari ancaman banjir dan longsor tersebut ambrol tak lama setelah dibangun pada Desember 2023. Bahkan, insiden ini telah menelan korban jiwa dan menimbulkan kerugian material bagi warga setempat.
Sudarsono, salah seorang warga Jetis yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tanggul ambrol, mengungkapkan keprihatinannya. “Tanggul ini dibangun pada akhir 2023, tapi tidak lama kemudian sudah ambrol. Pada tahun 2024, ada korban jiwa yang jatuh ke Sungai Marmoyo karena kondisi tanggul yang rusak. Desa sudah mengajukan permohonan perbaikan, bahkan sudah dilakukan survei, tapi hingga kini belum ada realisasi,” ujar Sudarsono, Jumat (28/2/2025).
Ia menambahkan, baru-baru ini terjadi lagi insiden di area tanggul tersebut. “Kemarin ada mobil dan sepeda motor yang terperosok ke sungai. Harapan saya, tanggul ini segera dibangun kembali. Senin kemarin air sungai sudah meluap dan mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan. Kami takut terjadi longsor jika tidak segera ditangani. Kalau bisa, diberi pembatas sementara agar tidak ada korban lagi, karena kondisi ini sangat membahayakan,” tuturnya.
Keresahan warga semakin memuncak mengingat musim hujan yang masih berlangsung. Air Sungai Marmoyo yang meluap kerap mengancam permukiman warga, sementara tanggul yang seharusnya menjadi pelindung justru dalam kondisi rusak parah. Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, kerusakan tanggul akan semakin parah dan menimbulkan korban lebih banyak lagi.
Sigit Purnomo, Lurah Desa Jetis, turut menyuarakan harapan warga. “Kami berharap pembangunan tanggul ini segera dilaksanakan. Sudah lama kami mengajukan permohonan, bahkan beberapa kali melayangkan surat ke dinas terkait, tapi belum ada tindak lanjut. Kami memohon kepada dinas yang menangani masalah ini agar segera mengambil langkah konkret. Apalagi di musim hujan seperti ini, kondisi tanah di sekitar tanggul semakin amblas dan rawan longsor,” jelas Sigit.
Menurut Sigit, kerusakan tanggul bronjong tersebut bukan hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari. “Banyak warga yang menggunakan jalan di sekitar tanggul untuk beraktivitas. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan terjadi insiden serupa yang bisa merenggut nyawa,” tambahnya.
Warga Desa Jetis berharap, pemerintah daerah dan dinas terkait segera menindaklanjuti permohonan mereka. “Kami hanya ingin hidup aman dan tenang. Tanggul ini sangat penting untuk melindungi kami dari banjir dan longsor. Tolong segera dibangun kembali,” ujar Sudarsono mewakili suara warga lainnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait mengenai rencana perbaikan tanggul Sungai Marmoyo. Warga Desa Jetis pun tetap berharap, pemerintah tidak mengabaikan permohonan mereka dan segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah ini sebelum terjadi korban jiwa atau kerusakan yang lebih parah. (*/Gonews*)
