Samarinda – “Suara merdu yang menembus batas negara,” menjadi metafora yang menggambarkan keberhasilan Imranul Karim, qari muda asal Bengalon, Kalimantan Timur, yang menorehkan prestasi gemilang di panggung dunia. Kemenangannya dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 di Kazan, Rusia, menjadi kebanggaan yang menggema hingga ke tanah air.
Imranul Karim berhasil meraih posisi juara pertama setelah bersaing dengan peserta dari sekitar 30 negara dalam ajang tilawah Al-Qur’an bergengsi tersebut. Kompetisi yang digelar di Kazan itu mempertemukan para qari terbaik dunia dengan standar penilaian ketat, mencakup tajwid, makhraj, serta keindahan suara. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas eksistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam seni baca Al-Qur’an di tingkat internasional.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Imranul Karim. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Kalimantan Timur dan Indonesia di mata dunia,” ujarnya di Samarinda, Selasa (28/4/2026).
Damayanti turut mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi generasi muda di bidang keagamaan.
“Kami berharap ada program berkelanjutan, baik dalam bentuk pelatihan, kompetisi, maupun dukungan fasilitas, sehingga lahir lebih banyak talenta seperti Imranul Karim,” tegasnya.
Selain itu, ia menilai kemenangan ini memiliki dampak moral yang besar bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat nilai-nilai religius.
“Prestasi ini bukan hanya tentang juara, tetapi juga tentang syiar Islam yang dibawa dengan cara yang indah dan damai. Ini harus menjadi inspirasi luas,” ujarnya lagi.
Ia menyebut bahwa keberhasilan Imranul Karim menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya Qurani di tengah masyarakat.
“Kemenangan ini harus dijadikan titik tolak untuk meningkatkan minat generasi muda dalam mempelajari Al-Qur’an, bukan hanya membaca, tetapi juga memahami maknanya,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus menambah catatan gemilang Indonesia dalam ajang MTQ internasional yang selama ini dikenal kompetitif. Dengan sistem pembinaan yang berjenjang, Indonesia terus melahirkan qari dan qariah yang mampu bersaing di panggung dunia.
Keberhasilan Imranul Karim juga menjadi simbol bahwa daerah seperti Kalimantan Timur memiliki kontribusi besar dalam mengharumkan nama bangsa. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi talenta-talenta muda dari daerah untuk tampil di ajang global.
