Mojokerto – Kementerian Agama RI menggelar sidang isbat pada Jumat (28/2/2025) untuk menentukan awal Ramadan 1446 H. Sidang ini menetapkan bahwa umat Islam di Indonesia memulai puasa pada Sabtu, 1 Maret 2025. Dengan keputusan ini, umat Muslim bisa melaksanakan salat tarawih pada Jumat malam untuk menyambut bulan suci.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga menetapkan awal Ramadan pada 1 Maret 2025. Keputusan ini berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomis yang menjadi acuan Muhammadiyah. Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengumumkan keputusan ini dalam konferensi pers yang tersiar melalui kanal YouTube resmi Muhammadiyah pada Rabu (11/2/2025).
“Berdasarkan hasil hisab, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa 2025 pada Sabtu, 1 Maret 2025,” ujar Sayuti.
Muhammadiyah juga menetapkan Idul Fitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Sementara itu, Kemenag tetap menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan. Meski metodenya berbeda, hasilnya tetap sama: Awal Ramadan jatuh pada 1 Maret 2025.
Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menyambut Ramadan dengan suka cita. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih pada Jumat malam guna menyambut Ramadan dengan penuh keberkahan.
Awal Ramadan Sebagai Awal Meraih Kememnagan
Ramadan menjadi momen istimewa untuk meraih pahala berlipat. Selain puasa wajib, terdapat anjuran bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan sunnah berikut:
- Makan Sahur
Rasulullah SAW menganjurkan sahur sebelum puasa. Sahur memberi keberkahan dan membedakan puasa umat Islam dengan umat lainnya. Waktunya dimulai dari tengah malam hingga menjelang fajar. - Menyegerakan Berbuka Puasa
Umat Islam dianjurkan segera berbuka saat azan Magrib. Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma atau air putih jika kurma tidak tersedia. - Memperbanyak Sedekah
Rasulullah SAW menjanjikan pahala setara dengan orang berpuasa bagi siapa saja yang memberi makan kepada mereka yang berpuasa. Oleh karena itu, bersedekah, baik dalam bentuk makanan, minuman, atau bantuan lainnya, adalah suatu anjuran. - Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Umat Islam memiliki anjuran memperbanyak tilawah, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya. - Salat Tarawih
Salat tarawih menjadi ibadah sunnah khas Ramadan. Umat Islam bisa melaksanakannya di masjid secara berjamaah atau sendiri di rumah. - I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan
I’tikaf atau berdiam diri di masjid menjadi amalan utama di 10 malam terakhir Ramadan. Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari malam Lailatul Qadar.
Menjalankan amalan ini diharapkan membawa keberkahan dan pahala berlimpah. Ramadan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
