Sangatta – Sebanyak 45 tenaga kesehatan (Nakes) dari puskesmas Teluk Pandan, Teluk Lingga, Kaubun, dan Karangan dibekali kegiatan orientasi Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP).
Acara ini berlangsung di Q Hotel pada 19-22 Juni 2024, dengan Kepala Seksi Layanan Kesehatan Primer Rini Palakian Mande sebagai ketua pelaksana kegiatan sekaligus narasumber.
Orientasi ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan para nakes menghadapi implementasi ILP di puskesmas dan pusban.
Transformasi Pelayanan Kesehatan
Dinas Kesehatan Kutai Timur terus berupaya merevitalisasi layanan kesehatan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelayanan di puskesmas, posyandu, dan kunjungan rumah.
“Melalui transformasi layanan kesehatan primer ini, seluruh layanan kesehatan akan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari posyandu hingga rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penanganan kesehatan masyarakat,” ujar Rini.
Rini menjelaskan bahwa ILP adalah transformasi sistem pelayanan kesehatan primer yang bertujuan mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.
“Integrasi Layanan Primer ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” terangnya.
Fokus Utama ILP
Integrasi dilakukan ke semua program termasuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lainnya. Fokus ILP meliputi tiga hal utama: penerapan siklus hidup, fokus integrasi layanan, dan memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi serta dashboard situasi kesehatan per desa.Pemkab Kutim berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer dan memastikan akses yang lebih baik dan merata terhadap layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Salah satu fokus utama adalah pencegahan penyakit melalui skrining kesehatan.
Menjamin Pembiayaan Skrining Kesehatan
“Dalam hal ini, kami telah menjamin pembiayaan gratis untuk 14 jenis penyakit, termasuk skrining diabetes melitus, hipertensi, stroke, jantung, kanker serviks, kanker payudara, TBC, anemia, kanker paru, kanker usus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), thalassemia, hipotiroid kongenital, dan skrining hepatitis,” jelas Rini.
Melalui kegiatan skrining kesehatan di puskesmas, Kabupaten Kutai Timur berharap dapat menghemat beban biaya kesehatan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk rutin melakukan skrining di puskesmas sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit. Kami juga berharap kesadaran masyarakat akan pencegahan semakin meningkat dan masyarakat lebih peduli pada kesehatan,” lanjut Rini.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan implementasi program ILP, diharapkan masyarakat Kutai Timur dapat merasakan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya pencegahan penyakit. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga dan biaya kesehatan dapat diminimalisir.
Program ILP yang tengah disiapkan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tetapi juga memperkuat sistem kesehatan di Kutai Timur secara keseluruhan. Dengan demikian, kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan lebih baik, dan beban biaya kesehatan dapat dikurangi melalui pencegahan yang lebih efektif.
