Samarinda – “Kolaborasi Islami akan menggetarkan Samarinda,” begitulah gambaran antusiasme menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-30 Tahun 2024. Ajang prestisius ini akan dimeriahkan oleh penampilan artis nasional, seperti Putri Ariani dan Wali Band, yang siap membawakan lagu-lagu Islami dalam suasana yang penuh khidmat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengungkapkan pada Selasa (20/8/2024) bahwa kolaborasi istimewa ini akan menjadi bagian dari acara pembukaan yang digelar pada 8 September 2024. Selain itu, acara penutupan MTQ juga tak kalah megah, dengan kehadiran Rhoma Irama dan Soneta Group yang akan memberikan sentuhan akhir yang spektakuler.
Pembukaan dengan Konsep Hybrid Digital
Sri Wahyuni menegaskan bahwa pembukaan MTQ kali ini akan menggunakan konsep hybrid digital, yang merupakan inovasi pertama dalam sejarah pelaksanaan MTQ. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman baru yang memadukan teknologi digital dengan tradisi Islami.
“Kami bocorkan sedikit, mungkin ini yang pertama pembukaan MTQ menggunakan konsep hybrid digital di arena MTQ. Karena ini syiar Islam, maka pembukaan maupun penutupannya menggunakan digital yang tidak biasa,” jelasnya.
Penampilan Kearifan Lokal dan Show Digital
Pembukaan MTQ tidak hanya akan menampilkan musik Islami, tetapi juga cerita kearifan lokal yang akan dipadukan dengan teknologi digital. Para talent akan hadir langsung di arena MTQ, sementara efek hologram dan drone show dengan 500 drone akan memperkaya suasana di lapangan, memberikan pengalaman visual yang luar biasa bagi penonton.
“Kami harap peserta technical meeting bisa menyampaikan kepada para kepala daerah, karena ini akan menjadi sesuatu yang spesial bagi kita semua,” kata Sri Wahyuni, yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kalimantan Timur.
Dengan kolaborasi antara seni, teknologi, dan spiritualitas, MTQ Nasional ke-30 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga sebagai perayaan besar yang memancarkan keindahan Islam melalui budaya dan inovasi digital. Masyarakat Samarinda dan peserta dari seluruh Indonesia tentu menantikan momen bersejarah ini dengan penuh harapan dan semangat.
