Sijunjung – Di tengah kemarau dan ancaman kekeringan di sejumlah wilayah, doa untuk turunnya hujan menggema dari balik tembok pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Sijunjung menggelar Shalat Istisqa yang dilanjutkan dengan doa bersama di lapangan Lapas, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu melibatkan jajaran pejabat struktural, pegawai, peserta magang, hingga warga binaan Lapas Kelas IIB Muara Sijunjung. Shalat Istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, terutama menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah.
Pelaksanaan ibadah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Nomor PAS.4.PK.06.01-35 mengenai Pelaksanaan Shalat Istisqa pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti Lapas Kelas IIB Muara Sijunjung dengan melibatkan unsur petugas dan warga binaan.
Selain menjadi sarana memanjatkan doa agar hujan segera turun, Shalat Istisqa juga ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Kegiatan keagamaan itu diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus menumbuhkan kebersamaan di antara warga binaan dan jajaran petugas pemasyarakatan.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian Shalat Istisqa dengan tertib dan khidmat. Setelah shalat selesai dilaksanakan, kegiatan diteruskan dengan doa bersama. Para peserta memohon agar hujan yang turun nantinya membawa keberkahan, manfaat, serta kemaslahatan bagi masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Sijunjung, Ahmad Junaidi, mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi tindak lanjut arahan pimpinan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ahmad Junaidi, kegiatan keagamaan di lingkungan Lapas juga tidak semata-mata diperuntukkan bagi warga binaan. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi seluruh jajaran untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan serta menghidupkan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan bersama seperti Shalat Istisqa, interaksi antara petugas dan warga binaan juga diarahkan pada nilai keagamaan yang menjadi bagian dari proses pembinaan. Momentum tersebut sekaligus mengingatkan seluruh peserta mengenai pentingnya doa dan ikhtiar dalam menghadapi kondisi alam, termasuk kemarau dan potensi kekeringan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan spiritual bagi petugas maupun warga binaan, sekaligus menjadi pengingat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap kondisi,” katanya.
Shalat Istisqa dan doa bersama tersebut menjadi salah satu wujud pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas Kelas IIB Muara Sijunjung. Dengan melibatkan petugas hingga warga binaan, kegiatan itu memadukan ikhtiar memohon hujan dengan penguatan nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan Lapas.
Hingga berakhir, seluruh rangkaian Shalat Istisqa dan doa bersama berjalan aman, tertib, khidmat, serta lancar. Melalui doa yang dipanjatkan bersama, peserta berharap hujan segera turun membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat yang menghadapi musim kemarau.
