Berau – “Prestasi lahir dari kerja yang tak pernah berhenti.” Ungkapan itu seolah menggambarkan pencapaian Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Di ajang yang digelar di Hotel SM Tower, Kabupaten Berau, Kamis (23/7/2026), DPPKB Kutim tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga sukses memperkenalkan produk unggulan masyarakat binaannya hingga menarik perhatian Gubernur Kalimantan Timur.
Plh Kepala DPPKB Kutai Timur, Yuriansyah T, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, yang meraih Juara 3 Kampung KB Sekar tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan DPPKB bersama masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan program Kampung KB.
“Alhamdulillah, hari ini kita berhasil membawa pulang juara 3. Ini tidak lepas dari kerja keras dan pendampingan rutin kami. Saya berharap prestasi ini bisa memotivasi desa-desa binaan Kampung KB lainnya di Kutim untuk terus berkembang,” ujar Yuriansyah di sela-sela kegiatan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program Kampung KB di Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengendalian penduduk dan keluarga berencana, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Selain mengikuti kompetisi Kampung KB, DPPKB Kutim juga berpartisipasi dalam Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor KB (UPPKA) yang berlangsung di halaman Hotel SM Tower. Beragam produk hasil karya kelompok binaan dipamerkan di stan Kabupaten Kutai Timur, mulai dari kerajinan tangan, produk kreatif, hingga kain batik khas daerah yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung.
Perhatian khusus datang ketika Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama istri mengunjungi stan pameran Kutai Timur sebelum rangkaian acara dimulai. Dalam kunjungan tersebut, gubernur tampak tertarik dengan Batik Makaroros, salah satu produk unggulan binaan UPPKA Kutim, dan langsung membeli kain batik tersebut.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur sangat antusias. Beliau berbelanja langsung membeli kain batik Makaroros khas Kutai Timur. Ini menjadi bukti bahwa produk kami memiliki kualitas dan daya saing yang diakui hingga tingkat provinsi,” tambah Yuriansyah dengan bangga.
Antusiasme gubernur dinilai menjadi dorongan moral sekaligus peluang promosi bagi pelaku usaha binaan UPPKA. Kehadiran produk-produk lokal dalam ajang tingkat provinsi diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga akseptor KB yang selama ini menjadi sasaran program pemberdayaan ekonomi DPPKB.
Prestasi Kutai Timur pada Harganas ke-33 juga tidak terlepas dari kekompakan seluruh jajaran DPPKB yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Rombongan didampingi Sekretaris DPPKB Jumran, Kepala Bidang KB Mustika, Kepala Bidang K3 Ani Saida, serta para pejabat fungsional yang bersama-sama mempersiapkan seluruh kebutuhan kontingen, baik untuk perlombaan maupun promosi produk unggulan daerah.
Ke depan, DPPKB Kutai Timur menargetkan peningkatan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten agar pembinaan Kampung KB dan kelompok UPPKA semakin optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasi Kutai Timur pada penyelenggaraan Harganas berikutnya sekaligus memperkuat pemberdayaan keluarga di berbagai wilayah.
“Harapan kita bersama saat ini di Harganas ke-33 kita baru mendapat juara 3 terbaik tingkat Provinsi. Tapi dengan koordinasi yang baik, mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih baik lagi. Ini adalah awal yang baik untuk langkah kita selanjutnya,” pungkas Yuriansyah yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Kutai Timur.
Keberhasilan meraih penghargaan Kampung KB sekaligus memperkenalkan produk unggulan masyarakat menjadi modal penting bagi Kutai Timur untuk terus memperkuat program pembangunan keluarga. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program keluarga berkualitas.
