Kutim – “Generasi sehat, cerdas, dan ceria” menjadi pesan utama yang menggema di SMP Negeri 1 Sangatta Utara saat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur memperkenalkan lebih dekat program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Sosialisasi yang digelar Jumat (4/9/2026) tersebut bukan sekadar penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang bagi para siswa untuk memahami persoalan kependudukan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan remaja.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Kutim, Tristiningsih, yang mewakili Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim. Didampingi JFT Khasanah serta staf teknis, Tristiningsih memberikan pemahaman mengenai berbagai isu kependudukan yang dinilai relevan bagi pelajar usia SMP. Materi disusun dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan siswa agar pesan mengenai perencanaan masa depan, kesehatan, serta pembentukan karakter generasi muda dapat lebih mudah diterima.
“Jadi hari ini tadi membahas tentang generasi berencana, yaitu generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ujar Tristiningsih Didampingi oleh JFT Khasanah dan staf teknis.
Konsep Generasi Berencana menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan tersebut. Para pelajar didorong memahami bahwa keputusan pada masa remaja dapat memberikan pengaruh terhadap pendidikan, kesehatan, kehidupan keluarga, hingga masa depan mereka. Karena itu, pengetahuan kependudukan sejak dini dipandang penting untuk membantu siswa mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab.
Respons para siswa terhadap kegiatan tersebut juga dinilai positif. DPPKB Kutim melihat tingginya perhatian peserta selama materi berlangsung karena berbagai persoalan yang dibahas tidak jauh dari situasi yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi tidak hanya mengangkat persoalan yang berkembang di kalangan remaja, tetapi juga memberikan gambaran mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi berbagai situasi tersebut.
“Terus solusinya apa, harusnya mereka bagaimana, itu yang kita angkat. Jadi memang yang benar-benar dialami sehingga itu menarik dan mereka memperhatikan,” jelasnya.
Pendekatan yang membumi itu membuat materi kependudukan tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas. Siswa diajak mengenali persoalan sekaligus memahami konsekuensi dan solusi yang dapat dipertimbangkan. Dengan cara tersebut, Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang terus tumbuh di lingkungan pendidikan, bukan hanya kegiatan sosialisasi yang berlangsung sekali kemudian selesai.
Antusiasme juga datang dari pihak sekolah. Seusai kegiatan, muncul permintaan agar pembinaan terkait Sekolah Siaga Kependudukan dapat dilakukan secara rutin. Harapan tersebut menjadi sinyal bahwa sekolah melihat pentingnya keberlanjutan edukasi kependudukan untuk mendukung perkembangan siswa pada fase remaja.
DPPKB Kutim pun merespons permintaan tersebut dengan rencana pendampingan lanjutan. Pembinaan nantinya tidak hanya diarahkan kepada siswa secara umum, tetapi juga kepada Duta Sekolah Siaga Kependudukan yang diharapkan dapat berperan dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada teman sebaya.
“Jadi kami akan melakukan pembinaan rutin, baik kepada duta SSK-nya maupun untuk materi-materi SSK yang ada di SMP 1,”pungkasnya.
Keberadaan duta SSK menjadi salah satu unsur penting agar edukasi kependudukan dapat terus hidup di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan teman sebaya, berbagai pesan mengenai perencanaan kehidupan remaja diharapkan lebih mudah diterima, sekaligus dapat membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menyiapkan masa depan sejak usia sekolah.
Program Sekolah Siaga Kependudukan juga membuka peluang integrasi wawasan kependudukan ke dalam aktivitas pendidikan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan sikap yang diperlukan dalam menghadapi perubahan sosial serta berbagai tantangan pada masa remaja.
Sosialisasi di SMP Negeri 1 Sangatta Utara menjadi langkah awal memperkuat pemahaman siswa terhadap persoalan kependudukan sekaligus membangun generasi yang mampu merencanakan masa depannya. Melalui pembinaan rutin yang akan dilakukan DPPKB Kutim, sekolah dan pemerintah daerah diharapkan dapat berjalan beriringan menciptakan remaja yang sehat, cerdas, ceria, serta memiliki kesiapan dalam menentukan arah kehidupannya.
