Wonosobo – Ancaman abu vulkanik tak boleh menjadi “batu sandungan di udara” bagi perjalanan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah skenario penerbangan alternatif untuk memastikan peserta dari berbagai daerah tetap dapat menuju Semarang apabila gangguan penerbangan kembali terjadi.
Langkah antisipasi tersebut disiapkan menyusul gangguan penerbangan yang sebelumnya dipicu aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut kemungkinan pengalihan jalur penerbangan menjadi salah satu opsi apabila penutupan bandara secara insidental terulang. Kesiapan itu dinilai penting karena kafilah dari berbagai provinsi dijadwalkan mulai berdatangan ke Jawa Tengah selama penyelenggaraan MTQ Nasional pada 10-20 September 2026.
“Kalau yang gangguan penerbangan pesawat untuk terbang, yang penerbangan yang vulkanik, alhamdulillah hari ini sudah dibuka,” kata Taj Yasin di sela Peluncuran Kapulaga di Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).
Taj Yasin menjelaskan, gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik sebelumnya sempat memengaruhi operasional Bandara Soekarno-Hatta. Bandara tersebut kemudian kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026). Kondisi itu tetap menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat Soekarno-Hatta merupakan salah satu simpul penerbangan penting yang digunakan peserta dari sejumlah provinsi.
Untuk mengantisipasi perubahan situasi, Pemprov Jawa Tengah telah menjalin komunikasi dengan Garuda Indonesia serta pengelola bandara. Koordinasi tersebut ditujukan untuk mempersiapkan pola perjalanan lain apabila penerbangan langsung maupun jalur transit kembali terganggu akibat kondisi abu vulkanik.
“Kemarin saya sudah menyampaikan kepada Garuda juga kalau memang nanti ada penutupan yang sifatnya insidental, kita nanti akan bikin rute yang senyaman mungkin untuk kafilah,” ujarnya.
Menurut Taj Yasin, dampak gangguan penerbangan sebelumnya tidak hanya dirasakan satu wilayah. Sekitar 10 provinsi disebut ikut terdampak karena perjalanan udara dari daerah-daerah tersebut memanfaatkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu titik penerbangan maupun transit.
Apabila gangguan serupa kembali muncul, rute perjalanan para peserta akan disesuaikan dengan situasi penerbangan di lapangan. Pemprov Jateng membuka kemungkinan pemanfaatan bandara-bandara penunjang agar kafilah tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi MTQ Nasional meskipun harus melalui tambahan titik transit.
“Kalau nanti ada penutupan beberapa bandara, mereka harus dialihkan. Mungkin akan ada transit-transit di bandara-bandara penunjang,” katanya.
Pengaturan rute alternatif tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama Garuda Indonesia dan pengelola bandara. Skema pengalihan diharapkan dapat dilakukan secara terencana sehingga perubahan jadwal maupun jalur penerbangan tidak mengganggu kesiapan peserta mengikuti rangkaian MTQ Nasional. Aspek keselamatan tetap ditempatkan sebagai pertimbangan utama dalam setiap keputusan perjalanan.
Selain menyiapkan langkah antisipasi terhadap gangguan penerbangan, Pemprov Jawa Tengah juga berkoordinasi terkait kebutuhan transportasi udara para kafilah. Garuda Indonesia bersama Kementerian Agama memberikan potongan harga tiket bagi peserta yang melakukan perjalanan menuju Jawa Tengah.
Besaran diskon tiket tersebut menyesuaikan daerah keberangkatan masing-masing kafilah. Dukungan lain diberikan melalui penambahan satu jadwal penerbangan Garuda Indonesia menuju Jawa Tengah untuk memperlancar mobilitas peserta menjelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
“Kami ucapkan terima kasih dan ada penambahan satu flight Garuda ke Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dijadwalkan digelar di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, pada 10-20 September 2026. Ribuan peserta dan pendamping dari berbagai wilayah diperkirakan akan melakukan perjalanan menuju Jawa Tengah selama rangkaian kegiatan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan maskapai penerbangan dan pengelola bandara. Pengaturan tidak hanya difokuskan pada kedatangan peserta, tetapi juga hingga proses kepulangan kafilah setelah agenda MTQ Nasional selesai.
Taj Yasin menegaskan perkembangan aktivitas vulkanik tetap menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah dalam mengatur perjalanan peserta. Dengan menyiapkan jalur alternatif, bandara penunjang, hingga koordinasi penerbangan, Pemprov Jateng berharap seluruh kafilah dapat tiba dan kembali ke daerah masing-masing dengan aman, sementara keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap skenario perjalanan.
