Samarinda – Impian agar seluruh warga Kalimantan Timur dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa beban biaya kini mulai menemui jalan terang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meresmikan program strategis bernama Gratispol pada Senin (21/4/2025), sebuah inisiatif masif yang mencakup pendidikan gratis dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, disertai visi jangka panjang membangun sekolah unggulan berkelas dunia.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov untuk membangun generasi emas Kaltim yang tak hanya cerdas, tapi juga kompetitif secara global.
“Alhamdulillah kemarin telah diluncurkan Gratispol. Ini program besar Pemprov Kaltim dan sejalan dengan cita-cita nasional,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/4/2025).
Fokus utama Gratispol adalah pada sektor pendidikan. Mulai tahun ajaran 2025, seluruh siswa SMA, SMK, dan MA hingga mahasiswa S1, S2, dan S3 yang berkuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kalimantan Timur, berhak mendapatkan pendidikan gratis. Pemprov Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp 750 miliar melalui APBD 2025 dan akan menambah hingga Rp 2,1 triliun pada tahun selanjutnya untuk mendanai seluruh jenjang pendidikan tersebut.
“Kita sudah siapkan Rp 1,2 triliun untuk SMA, SMK, MA hingga S1, S2, dan S3. Kalau nanti postur anggaran naik sampai Rp 30 triliun, maka porsi pendidikan bisa mencapai Rp 6 triliun,” ujar Seno.
Tak hanya itu, bantuan berupa seragam dan sepatu sekolah akan diberikan gratis kepada siswa SMA dan SMK baru mulai Mei dan Juni mendatang. Langkah ini ditujukan agar tidak ada lagi siswa di Kaltim yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi.
Gratispol juga mengusung visi jangka panjang: mendirikan sekolah unggulan yang menjalin kerja sama dengan universitas kelas dunia seperti Oxford dan Cambridge. Sekolah ini akan menggunakan kurikulum bilingual, diajarkan oleh guru-guru tersertifikasi internasional, dan menyiapkan siswa untuk berkompetisi di panggung global sejak di bangku SMA.
“Kalau anggaran kita besar tidak tertutup kemungkinan kita akan mengembangkan ke yang lain. Semisal mendirkan SMA Unggulan. Mereka akan dididik sejak SMA agar bisa bersaing secara global. Nantinya akan ada mata pelajaran dalam bahasa Inggris dan guru yang tersertifikasi internasional,” tambah Seno.
Target besar Pemprov melalui Gratispol adalah meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi dari 12 persen menjadi 25 hingga 30 persen dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Selain itu, program ini diharapkan bisa menaikkan rata-rata lama sekolah di Kaltim dari 12 tahun menjadi minimal 16 tahun.
Dengan dukungan anggaran dan visi besar, Gratispol diyakini menjadi fondasi kuat bagi Kaltim menuju masa depan yang cerdas, inklusif, dan mendunia.
