Kutim – “Perjuangan tidak pernah berhenti.” Pesan itu menjadi benang merah yang disampaikan Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, saat mendorong masyarakat untuk terus merawat semangat patriotisme menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Jimmi menyampaikan pandangannya dalam rangkaian Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Simpang Tiga Pendidikan itu menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kesadaran masyarakat terhadap nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa.
Menurut Jimmi, pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang 17 Agustus. Ia memandang kegiatan itu sebagai sarana untuk mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan.
“Nah tentu salah satu partisipasi ini adalah membagikan bendera ini untuk mengingatkan kepada masyarakat dan juga mendorong mereka juga untuk memasang bendera di rumah masing-masing,” kata Jimmi.
Ia menilai pemasangan bendera di rumah-rumah masyarakat memiliki arti penting karena dapat menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Momentum bulan kemerdekaan, kata dia, juga harus dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali rasa patriotisme, khususnya di tengah generasi yang tidak mengalami langsung masa perjuangan kemerdekaan.
“Dan kalau bukan kita siapa lagi yang bisa mengingatkan kepada masyarakat. Dan tentu ini motivasi untuk bisa mendorong bagaimana patriotisme di zaman sekarang ini itu penting untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air,” ujarnya.
Selain mendorong pemasangan bendera, Jimmi juga menanggapi positif gagasan pemutaran film perjuangan Jenderal Sudirman. Menurutnya, kisah perjuangan tokoh-tokoh bangsa dapat memberikan teladan kepada masyarakat mengenai kepemimpinan, pengorbanan, serta keteguhan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Ia mengatakan, nilai perjuangan pada masa sekarang tetap relevan meskipun tantangan yang dihadapi berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perlawanan terhadap penjajahan, saat ini masyarakat dituntut berkontribusi dalam pembangunan, menjaga persatuan, serta bersama-sama menjawab berbagai persoalan bangsa.
“Apa yang kita bisa lakukan untuk bangsa dan negara ini, itu adalah suatu bentuk penghargaan yang sangat mungkin dibutuhkan oleh kebersamaan masyarakat itu sendiri,” katanya.
Menurut Jimmi, pembangunan daerah dan negara membutuhkan semangat perjuangan yang terus hidup. Ia menegaskan masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama agar bangsa dapat semakin maju dan berkembang.
“Tentu untuk membangun daerah ini dan membangun negara ini. Itu perlu suatu perjuangan dan perjuangan itu tidak akan pernah berhenti. Masih banyak tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa ini untuk bisa lebih maju dan berkembang,” ujar Jimmi.
Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur turut menjadi bagian dalam pelaksanaan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih tersebut. Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Kesbangpol Kutim, Hapiah, menyampaikan laporan kegiatan di hadapan unsur pemerintah daerah dan undangan.
Hapiah menjelaskan bahwa Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih merupakan program nasional yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, organisasi perangkat daerah, serta instansi terkait. Program tersebut diarahkan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus meningkatkan rasa cinta Tanah Air di tengah masyarakat.
“Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih merupakan program nasional yang melibatkan seluruh Unsur FORKOPIMDA, OPD dan Instansi terkait, untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta upaya yang menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan nasionalisme Masyarakat Kabupaten Kutai Timur,” demikian disampaikan Hapiah.
Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada surat Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Nomor 00.10.1.1/5191/SJ tertanggal 10 Juli 2026. Program itu memiliki sasaran utama menumbuhkan nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan bulan kemerdekaan.
Dalam kegiatan yang digelar Rabu (12/8/2026) tersebut, sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Jumlah itu terdiri atas 500 bendera rumah dan 500 bendera kendaraan.
Pembagian bendera tersebut diharapkan tidak hanya membuat suasana kemerdekaan semakin semarak di Kutai Timur, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa penghormatan terhadap jasa para pahlawan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, mulai dari memasang Merah Putih hingga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Gerakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu terus diwariskan. Bagi Jimmi, patriotisme pada masa kini bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga menghadirkan semangat itu dalam kebersamaan membangun Kutai Timur dan Indonesia.
