Kutim – Malam Grand Final Duta Pelajar Kabupaten Kutai Timur menjadi momentum bagi Kutim Action Center (KAC) untuk kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda.
Ketua Kutim Action Center, Aiman Tohari Sitomorang, menyampaikan bahwa kegiatan Duta Pelajar bukan sekadar ajang mencari figur terbaik, tetapi bagian dari proses membentuk pemuda Kutai Timur yang berkarakter, berprestasi dan mampu menjadi agen perubahan.
“Sejarah selalu berulang dan setiap masa ada orangnya. Kami berharap dapat terus menciptakan pemuda Kutim hebat di setiap masanya,” ujar Aiman dalam sambutannya pada malam Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur di Ruang Meranti, Sabtu (26/9/2026).
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, mulai dari sponsor, dewan juri, orang tua, hingga para kepala sekolah yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Menurutnya, Duta Pelajar Kutai Timur tahun ini diikuti peserta dari 10 kecamatan. Dari 120 peserta yang mendaftar, sebanyak 20 finalis kemudian mengikuti tahapan karantina hingga malam grand final.
Selama karantina, para finalis mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari public speaking, personal branding hingga mental juara. Mereka juga diajak mengunjungi perpustakaan dan galeri arkeologi untuk menumbuhkan semangat literasi serta mengenalkan sejarah daerah.
Aiman secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang memberikan dukungan kepada siswa untuk mengikuti ajang tersebut.
Ia bahkan menceritakan adanya salah satu finalis yang sempat ingin mengundurkan diri. Namun, berkat dukungan kepala sekolah, peserta tersebut tetap bertahan mengikuti seluruh proses.
“Bahkan ada salah satu finalis yang mau mundur, tetapi karena didukung kepala sekolahnya, Ibu Marda, sampai tinggal dan menginap di rumah beliau. Tepuk tangan untuk Bu Marda dan Pak Edil,” katanya.
Membina Pemuda dari Pelajar hingga Mahasiswa
Aiman menjelaskan, Kutim Action Center lahir dari sekumpulan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan memilih kembali mengabdikan diri bagi Kutai Timur.
Para penggerak KAC berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Mulawarman, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Brawijaya.
KAC kemudian mengembangkan pembinaan pemuda melalui berbagai wadah, mulai dari pelajar, komunitas Duta Pelajar, Forum OSIS Kutai Timur hingga mahasiswa melalui program beasiswa Kutim Bangkit.
Menurut Aiman, sejumlah peserta binaan KAC telah menunjukkan prestasi di tingkat nasional.
Di antaranya Muhammad Rizki Arjuna yang disebut masuk dalam 100 ketua OSIS terbaik se-Indonesia dan kini menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta.
Ada pula Gilang Satya, Duta Pelajar Kutai Timur 2024, yang menjadi finalis Putra Pelajar Top Model 2025 dan kini berkuliah di Universitas Gadjah Mada.
Kemudian Akifah Naila Kalangu, pengurus Forum OSIS Kutai Timur, yang disebut masuk dalam 100 OSIS terbaik se-Indonesia dalam ajang ISLC 2026.
“Masih banyak lagi prestasi pembinaan dari Kutim Action Center. Alhamdulillah, KAC selalu hadir memberikan dukungan pembinaan untuk mewujudkan itu semua,” jelasnya.
Tidak hanya pada tingkat pelajar, program beasiswa KAC juga diarahkan untuk mendorong mahasiswa Kutai Timur aktif berorganisasi dan mengembangkan kepemimpinan. Sejumlah penerima beasiswa dari batch pertama hingga ketiga disebut dipercaya menjadi ketua HIMA, DPM, LDK serta organisasi internal dan eksternal kampus.
Dorong Pemuda Jadi Generasi Perubahan
Aiman menegaskan, pembinaan tersebut merupakan upaya KAC untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan mampu menjadi contoh di lingkungannya.
Ia berharap pemuda Kutai Timur dapat menjadi generation of change, dengan menjauhi narkoba, balap liar, minuman keras, seks bebas serta berbagai bentuk penyimpangan lainnya.
“Kami meyakini semua itu harus lahir dari tangan pemuda Kutai Timur sendiri,” tegasnya.
KAC juga disebut mendapat kepercayaan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur sebagai organisasi kepemudaan berprestasi tingkat provinsi periode 2024–2025.
Aiman menyampaikan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan karena KAC disebut sebagai satu-satunya organisasi kepemudaan dari Kutai Timur yang memperoleh pengakuan tersebut.
Ia juga mengaitkan perkembangan pembinaan pemuda dengan capaian pembangunan kepemudaan di Kutai Timur, sembari menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang selama ini mendukung program kepemudaan.
Ke depan, KAC berencana membuka program bimbingan persiapan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) bagi pelajar Kutai Timur yang kurang mampu tetapi memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, ITB dan perguruan tinggi lainnya.
Menutup sambutannya, Aiman menyampaikan pesan tentang pentingnya peran pemuda dalam menentukan masa depan.
“Seribu orang tua bisa bermimpi, tetapi satu orang pemuda bisa mengubah dunia,” ucapnya.
Ia menegaskan, kehadiran KAC bukan hanya untuk mencari satu figur terbaik dalam sebuah ajang.
“Kutim Action Center tidak hanya sedang mencari satu pemuda, namun kita lahir dan hadir untuk menjadi pelopor pemuda dari Kutai Timur untuk dunia!” pungkasnya.
