Jakarta – Aroma perubahan mulai tercium dari tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) seiring persiapan mereka menjelang Muktamar yang direncanakan berlangsung antara Agustus hingga September 2025. Setelah gagal melenggang ke parlemen dalam Pemilu 2024, PPP kini tengah menyusun ulang kekuatan melalui konsolidasi nasional yang diproyeksikan sebagai langkah awal menuju Pemilu 2029.
Fokus utama dalam Muktamar kali ini tidak hanya soal penyegaran struktur dan strategi partai, tetapi juga dinamika regenerasi kepemimpinan dan penguatan peran perempuan. Isu ini mencuat seiring dorongan internal agar PPP kembali menggandeng kekuatan muda dan perempuan ke dalam pucuk kepengurusan partai.
Salah satu nama yang disebut-sebut masuk dalam radar calon Sekretaris Jenderal PPP adalah Chairunnisa Yusuf, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen. Sosok Chairunnisa dinilai representatif, tidak hanya karena kiprahnya yang dimulai dari bawah, tapi juga karena mampu mengisi ruang kepemimpinan partai sebagai simbol regenerasi dan keterwakilan perempuan.
Menanggapi namanya yang masuk dalam bursa calon Sekjen, Chairunnisa menegaskan bahwa proses penentuan posisi strategis tetap berada di tangan forum Muktamar.
“Siapapun yang maju dan dipilih sebagai Ketua Umum dan Sekjen PPP, demi kebaikan dan kemajuan partai, saya akan dukung penuh,” ujarnya pada Rabu (23/4/2025).
Ia menambahkan bahwa dinamika pencalonan merupakan hal wajar dalam partai politik. Baginya, selama proses tersebut dijalankan secara demokratis dan melalui forum resmi partai, maka hal itu menjadi bagian dari ikhtiar membesarkan partai.
PPP sendiri punya sejarah panjang dengan figur-figur perempuan berpengaruh, seperti Aisyah Amini. Karena itu, dorongan keterlibatan perempuan dalam kepengurusan inti bukanlah hal baru, melainkan sebuah kelanjutan dari semangat inklusivitas yang telah menjadi bagian dari identitas partai.
Pengamat menilai, konsolidasi PPP kali ini bisa menjadi momentum penting untuk merestorasi citra partai sekaligus membangun kembali basis pemilih, khususnya kalangan muda dan perempuan yang selama ini cenderung menjauh. Jika regenerasi berjalan lancar, PPP berpeluang bangkit dari keterpurukan pasca pemilu dan kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.
