Kediri – Di sebuah lapangan latihan di Desa Duwet, Kecamatan Wates, semangat para atlet kabaddi Kabupaten Kediri menyeruak seperti bara yang terus dijaga agar tak padam. Meski tergolong cabang olahraga baru, tim berjuluk “Lembu Sura” mulai menunjukkan taringnya. Kini, harapan besar menuju Porprov Jatim 2027 mulai dipupuk lebih awal oleh KONI Kabupaten Kediri.
KONI Kabupaten Kediri mulai menggencarkan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 dengan pola pembinaan yang lebih panjang. Salah satu perhatian diberikan kepada cabang olahraga (cabor) kabaddi yang dinilai berkembang pesat dan telah mengukir sejumlah prestasi, meski baru hadir di Kabupaten Kediri sejak 2024. Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata bahkan turun langsung menemui atlet dan pelatih saat latihan sebagai bentuk pemantauan sekaligus motivasi.
“Ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa karena cabang olahraga kabaddi ini merupakan cabang olahraga baru yang ada di Kabupaten Kediri, namun prestasinya tidak kalah dengan cabang olahraga yang lain,” ujar Hakim saat mengunjungi atlet kabaddi Kabupaten Kediri, Minggu (24/5/2026).
Menurut Hakim, pola persiapan menuju Porprov kali ini dibuat berbeda dibanding sebelumnya. Jika pada edisi terdahulu pembinaan atlet cenderung berlangsung dalam waktu singkat, kini KONI Kabupaten Kediri mulai menerapkan program latihan jangka panjang hingga sekitar satu tahun penuh sebelum kompetisi berlangsung. Langkah tersebut diambil agar kesiapan atlet lebih optimal dari sisi teknik maupun mental bertanding.
“Untuk persiapan kali ini memang kita persiapkan lebih awal. Kalau sebelumnya mungkin hanya tiga sampai empat bulan, sekarang kita mencoba memberikan program baru kepada cabang olahraga agar dipersiapkan kurang lebih satu tahun,” katanya.
Ia menilai, pembinaan dengan waktu yang lebih panjang akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan performa atlet, baik dari segi kebugaran fisik, kesiapan mental, maupun penguasaan strategi pertandingan.
“Dengan persiapan yang lebih panjang, otomatis kemampuan fisik, mental, dan kemampuan dari setiap atlet akan lebih baik,” tambahnya.
Hakim juga mengungkapkan bahwa program pemusatan latihan atau training center dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang. Pada tahap awal, fokus pembinaan akan diarahkan kepada atlet-atlet yang sebelumnya berhasil menyumbangkan medali emas dan perak, sebelum nantinya diperluas kepada atlet potensial lain yang diproyeksikan jangka panjang.
Sementara itu, pelatih kabaddi Kabupaten Kediri, Suhardi, menyebut kehadiran Ketua KONI menjadi suntikan energi positif bagi para atlet muda binaannya. Menurutnya, perhatian langsung dari pimpinan olahraga daerah membuat semangat tim meningkat signifikan menjelang kompetisi berikutnya.
“Kalau menurut saya ini motivasi yang luar biasa banget. Kalau sebelumnya semangat anak-anak di level enam, sekarang bisa naik jadi sembilan sampai sepuluh,” ujarnya.
Prestasi tim kabaddi Kabupaten Kediri sendiri terbilang menjanjikan. Dalam kejuaraan di Pacitan, tim sukses meraih medali emas pada kategori remaja tingkat SMA sederajat dan medali perunggu untuk kategori umum. Torehan itu berlanjut di Surabaya, ketika tim putra dan putri berhasil membawa pulang dua medali perak.
“Kita optimistis untuk kejuaraan berikutnya bisa membawa pulang hasil yang lebih baik lagi,” kata Suhardi.
Ia menambahkan, evaluasi teknik serta peningkatan intensitas latihan kini menjadi fokus utama tim. Berbagai tes parameter juga mulai dilakukan untuk mengukur kemampuan atlet dan menentukan aspek yang masih perlu diperkuat. Dengan pembinaan berkelanjutan, tim “Lembu Sura” diharapkan mampu menjadi kekuatan baru olahraga Kabupaten Kediri pada Porprov Jatim 2027.
