Mojokerto – Sebuah karya seni bukan sekadar pajangan, melainkan jejak zaman yang merekam perjalanan kehidupan. Semangat itulah yang mewarnai penyelenggaraan pameran lukisan dan fotografi bertajuk “Merekam Realitas, Merawat Budaya”, yang menjadi ruang pertemuan antara seniman, pewarta foto, pemerintah, dan masyarakat dalam merawat warisan budaya melalui bahasa visual yang inspiratif.
Komitmen terhadap pengembangan seni, budaya, literasi visual, dan ekonomi kreatif ditegaskan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat menghadiri pembukaan pameran karya Diak Eko Sofanka Prayogi bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan Malang Media Center di Sunrise Mall, Kota Mojokerto, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Mojokerto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, insan pers, budayawan, seniman, serta manajemen Sunrise Mall Mojokerto.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara yang telah menghadirkan ruang kreatif bagi masyarakat. Menurutnya, pameran tidak hanya menjadi tempat menikmati karya seni, tetapi juga sarana membangun dialog, memperluas cara pandang, dan mengajak masyarakat memahami berbagai realitas kehidupan melalui fotografi maupun lukisan.
“Tema Merekam Realitas, Merawat Budaya mencerminkan semangat untuk mengabadikan perjalanan kehidupan sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Gus Barra.
Ia menjelaskan bahwa setiap foto memiliki nilai dokumentasi yang merekam perjalanan sejarah, perjuangan, nilai kemanusiaan, hingga dinamika pembangunan. Sementara itu, setiap lukisan merupakan hasil dari proses perenungan, pengalaman, dan kreativitas seniman dalam menerjemahkan berbagai fenomena kehidupan ke dalam karya yang sarat makna.
“Melalui karya-karya tersebut, kita diajak melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, merasakan emosi yang dituangkan oleh para kreator, sekaligus menyadari bahwa seni memiliki peran besar dalam membangun peradaban. Seni menghubungkan manusia dengan sejarahnya, dengan budayanya, dan dengan nilai-nilai yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Barra juga memberikan penghargaan kepada insan pers dan pewarta foto yang selama ini berperan mendokumentasikan berbagai proses pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, media memiliki kontribusi besar dalam menyampaikan informasi yang objektif sekaligus menjadi arsip sejarah yang dapat dikenang oleh generasi mendatang.
“Kehadiran media memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun optimisme, memperkuat literasi masyarakat, serta menyampaikan berbagai informasi pembangunan secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab. Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, media, komunitas seni, dan masyarakat akan semakin memperkuat semangat untuk membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Barra menilai Kabupaten Mojokerto memiliki kekayaan sejarah, budaya, tradisi, potensi wisata, serta ekonomi kreatif yang layak dipromosikan secara lebih luas. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan daerah apabila didukung oleh ruang berekspresi bagi para seniman, fotografer, jurnalis, dan pelaku industri kreatif.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama dalam membangun ekosistem seni yang sehat. Semakin banyak wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menampilkan karya kreatif, maka semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang mampu membawa nama Mojokerto dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Semakin banyak ruang yang tersedia bagi para seniman, fotografer, dan generasi muda untuk berkarya, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi dan kreativitas yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.
Menurut Gus Barra, komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung perkembangan seni, budaya, literasi visual, dan ekonomi kreatif sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui Catur Abhipraya Mubarok. Program tersebut diarahkan untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter sehingga kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi salah satu pilar pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Gus Barra mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghargai karya anak bangsa, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting dari identitas daerah. Ia berharap dari Kabupaten Mojokerto akan lahir semakin banyak pelukis, fotografer, jurnalis, dan insan kreatif yang mampu memberikan inspirasi sekaligus mengharumkan nama daerah melalui karya-karya terbaiknya.
“Semoga dari Mojokerto lahir semakin banyak pelukis, fotografer, jurnalis, dan insan kreatif yang mampu menginspirasi, mengharumkan nama daerah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
