Bondowoso – Infrastruktur jalan ibarat urat nadi yang menjaga denyut aktivitas masyarakat. Menyadari pentingnya hal tersebut, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso menetapkan pemeliharaan rutin jalan sebagai agenda utama pada 2026. Di sisi lain, keterbatasan anggaran dinilai masih menjadi tantangan sehingga diperlukan dukungan tambahan dana agar kondisi jalan kabupaten tetap terpelihara dengan baik.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori ST, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan kepala daerah yang menginginkan penanganan jalan lebih difokuskan pada pemeliharaan rutin. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan ringan berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat dan membutuhkan biaya rehabilitasi lebih besar. Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 bersama Komisi III DPRD Bondowoso, Senin (6/7/2026).
“Pemeliharaan rutin menjadi skala prioritas. Kepala daerah meminta kami memaksimalkan pemeliharaan agar kerusakan jalan tidak semakin besar dibanding tahun sebelumnya. Karena itu kami juga berharap ada dukungan penambahan anggaran untuk kegiatan pemeliharaan rutin,” kata Ansori.
Menurut Ansori, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pemeliharaan ruas jalan kabupaten yang tersebar di berbagai wilayah. Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan tambahan anggaran agar cakupan pemeliharaan dapat diperluas sehingga manfaatnya dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Ia menambahkan, masih terdapat beberapa paket pekerjaan yang belum dapat direalisasikan karena proses pengadaan yang belum rampung. Kendati demikian, pelaksanaan program infrastruktur sepanjang 2026 secara umum telah menunjukkan capaian tinggi dengan tingkat realisasi sekitar 98 hingga 99 persen.
Selain memperkuat pemeliharaan jalan, Dinas BSBK Bondowoso juga melanjutkan program hibah aspal bagi pemerintah desa maupun kelompok masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam memperbaiki jalan lingkungan dengan dukungan material dari pemerintah daerah.
“Kabupaten menyiapkan material aspal, sedangkan tim kami akan turun ke lapangan untuk menghitung kebutuhan sesuai kondisi ruas jalan. Tahun 2025 kami memperoleh hibah sekitar 250 drum aspal yang telah didistribusikan ke beberapa lokasi. Awal tahun 2026 program ini sudah mulai berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriono, menyatakan dukungannya terhadap langkah Dinas BSBK yang memprioritaskan pemeliharaan jalan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur baru harus diimbangi dengan perawatan berkala agar aset yang telah dibangun tetap memiliki umur layanan yang panjang dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Ia menilai pemerintah perlu bertindak sejak muncul kerusakan ringan tanpa menunggu kondisi jalan semakin parah. Upaya pemeliharaan dini dinilai lebih efektif dari sisi biaya sekaligus mampu menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, Komisi III DPRD Bondowoso juga meminta setiap pembangunan jalan memperhatikan sistem drainase agar kualitas konstruksi lebih terjaga. DPRD turut mendorong Dinas BSBK menindaklanjuti seluruh rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola proyek infrastruktur di Kabupaten Bondowoso.
Dengan fokus pada pemeliharaan rutin, dukungan anggaran yang memadai, serta penguatan tata kelola proyek, pemerintah daerah berharap kualitas jalan kabupaten dapat terus meningkat dan mampu menunjang aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.
