Bontang – Upaya mengatasi genangan air ibarat menata aliran kehidupan sebuah kota. Namun, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan keseimbangan alam. Karena itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, mengingatkan agar setiap proyek pembangunan drainase tetap disertai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Sahib Senin (3/8/2026) kemaren. Ia menjelaskan, pembangunan saluran drainase merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas sistem pembuangan air di sejumlah kawasan yang selama ini rawan tergenang ketika hujan deras. Meski dalam pelaksanaannya diperlukan penebangan beberapa pohon karena alasan teknis, pemerintah diminta memastikan adanya penanaman kembali sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Jadi, upaya tersebut harus diimbangi dengan langkah-langkah pelestarian lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” tegasnya.
Sahib menerangkan, proyek drainase tersebut dirancang untuk menghubungkan aliran air dari kawasan Jalan Pattimura menuju jaringan drainase di Jalan Ahmad Yani. Selanjutnya, air akan dialirkan ke sungai hingga bermuara ke laut. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas saluran sehingga genangan yang sering terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi dapat diminimalkan.
“Tujuan utama pembangunan ini untuk mengurai aliran air dan mengkoneksikan drainase yang ada, agar sistem pembuangan air lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, konektivitas antarsaluran menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem drainase yang efektif. Dengan jaringan yang terintegrasi, aliran air dapat bergerak lebih lancar sehingga potensi luapan yang menyebabkan banjir maupun genangan di berbagai titik Kota Bontang dapat ditekan.
Di sisi lain, ia menilai pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau. Pohon-pohon yang ditebang selama proses pekerjaan sebaiknya segera diganti dengan penanaman vegetasi baru agar fungsi ekologis kawasan tetap terpelihara. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas udara, memperkuat daya serap tanah, serta mempertahankan keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan kota.
Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, pembangunan drainase yang memperhatikan aspek lingkungan juga diyakini mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan. Menurut Sahib, keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian alam harus menjadi prinsip dalam setiap proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah.
“Pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan, agar manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya berupa berkurangnya genangan air, tetapi juga tetap terjaganya kualitas lingkungan hidup di Kota Bontang,” tutupnya. (ADV).
