Bontang – Fasilitas olahraga bukan sekadar tempat beraktivitas, melainkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. Atas dasar itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar merealisasikan pembangunan kolam renang representatif yang tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Gagasan tersebut disampaikan Saeful Rizal pada Senin (3/8/2026). Menurutnya, keberadaan kolam renang yang dimiliki dan dikelola pemerintah akan menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi bagi warga, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai aset produktif yang memberikan pemasukan bagi kas daerah melalui sistem pengelolaan yang terencana.
“Bisa menjadi peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan fasilitas yang memadai seperti penyediaan kolam renang di Bontang, sekaligus menambah pendapatan daerah,” ungkap Saeful Rizal, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, potensi penerimaan daerah dapat diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari penjualan tiket masuk, penyewaan kolam untuk latihan sekolah maupun klub olahraga, hingga penyelenggaraan kejuaraan renang tingkat daerah maupun nasional. Dengan pengelolaan yang profesional, fasilitas tersebut diyakini mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di bidang olahraga.
“Investasi pembangunan fasilitas olahraga tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembinaan atlet di Kota Bontang,” jelasnya.
Saeful menilai salah satu tantangan yang selama ini dihadapi cabang olahraga renang di Bontang adalah keterbatasan sarana latihan. Kondisi tersebut membuat pembinaan atlet belum berjalan optimal karena minimnya fasilitas yang memenuhi standar. Bahkan, sebagian atlet harus memanfaatkan tempat latihan yang terbatas atau berlatih ke luar daerah agar memperoleh fasilitas yang lebih memadai.
Menurutnya, pembangunan kolam renang berstandar akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet usia dini hingga tingkat prestasi. Dengan tersedianya fasilitas yang layak, proses latihan dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga peluang melahirkan atlet berprestasi semakin terbuka.
Selain mendukung prestasi olahraga, keberadaan kolam renang pemerintah juga dinilai dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olahraga, pendidikan renang bagi pelajar, hingga lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui kunjungan peserta maupun wisatawan.
Saeful berharap usulan pembangunan kolam renang dapat menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, investasi pada fasilitas olahraga tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan efek berkelanjutan terhadap pengembangan atlet dan peningkatan pendapatan daerah.
“Ini juga sekaligus membuka peluang peningkatan PAD dan mendorong lahirnya, bibit-bibit atlet potensial dari Kota Bontang,” pungkasnya. (ADV).
