Mojokerto – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan kembali memberikan edukasi dan sosialisasi tentang inovasi Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (Sehati) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (Sejoli) di Balai Desa Sumberwuluh, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/11/2023).
Dalam sosialisasi tersebut, dr. Ulum menyampaikan bahwa inovasi Sehati dan Sejoli merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting, angka kematian ibu dan bayi (AKB), serta angka kematian ibu nifas (AKI) di Kabupaten Mojokerto.
“Inovasi Sehati dan Sejoli merupakan program prioritas pemerintah. Kami berharap, program ini dapat berjalan dengan baik dan dapat mewujudkan generasi SDM yang berkualitas di masa depan,” kata dr. Ulum.
Inovasi Sehati dan Sejoli dilaksanakan setiap minggunya oleh masing-masing puskesmas. Kegiatan ini didukung dengan adanya kegiatan posyandu yang masuk ke dalam Integrasi Layanan Primer (ILP).
ILP merupakan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan yang mencakup 5 siklus hidup, yaitu:
- Ibu hamil, ibu nifas, dan menyusui
- Bayi, balita dan anak usia pra sekolah (APRAS)
- Anak sekolah dan remaja
- Usia produktif
- Lansia
Pada kesempatan tersebut, dr. Ulum juga menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung program Sehati dan Sejoli. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga, serta ikut serta dalam kegiatan posyandu.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya penurunan stunting, AKB, dan AKI di Kabupaten Mojokerto. Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi SDM yang berkualitas,” pungkas dr. Ulum.
Turut hadir dalam sosialisasi tersebut perwakilan DP2KBP2, Camat Dawarblandong, kepala puskesmas, ketua TP PKK desa, dan forkopimca.
