Solok – Ketika bencana menguji daya tahan daerah, pelayanan publik tak boleh ikut lumpuh. Prinsip itulah yang ditegaskan Bupati Solok Jon Firman Pandu saat berada di Posko Utama Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok, Koto Baru, Jumat (12/12/2025). Di lokasi tersebut, Bupati menerima langsung bantuan sarana pendukung layanan administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Bantuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan di tengah situasi darurat. Dalam kondisi bencana, dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan akta menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, baik untuk akses bantuan, layanan kesehatan, maupun keperluan administratif lainnya. Kehadiran Bupati di garis terdepan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok agar hak dasar warga tetap terpenuhi.
Bantuan yang diserahkan mencakup perangkat layanan internet Starlink, power station, portable solar panel, serta 4.000 blanko KTP elektronik. Sarana ini diharapkan mampu menopang operasional Disdukcapil Kabupaten Solok, terutama di wilayah terdampak yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi. Bantuan tersebut diserahkan oleh Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Dr. Handayani Ningrum, SE, M.Si, kepada Bupati Solok di posko utama.
Dalam kesempatan itu, Dr. Handayani menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kepemimpinan Bupati Solok dalam menangani dampak bencana, khususnya dalam menjaga keberlangsungan layanan kependudukan. Menurutnya, koordinasi yang sigap dari pemerintah daerah mempermudah pemerintah pusat dalam menyalurkan dukungan yang tepat sasaran.
“Apapun yang dibutuhkan Kabupaten Solok, sampaikan kepada kami. Kami siap mendukung,” tegas Dr. Handayani, menegaskan komitmen Ditjen Dukcapil dalam membantu pemulihan layanan administrasi kependudukan.
Bupati Jon Firman Pandu hadir didampingi Sekretaris Daerah Medison, Asisten II Jefrizal, Asisten III Eva Nasri, serta Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Kabupaten Solok, Achmad Ilham. Dalam laporannya, Plt. Kepala Disdukcapil menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak di lapangan adalah mesin cetak dan alat perekaman KTP elektronik, mengingat banyak warga kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen akibat bencana.
Selain dukungan sarana, Ditjen Dukcapil juga memastikan bahwa seluruh dokumen kependudukan warga yang rusak atau hilang akan diganti tanpa pengecualian. Kebijakan ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Solok karena dinilai sangat membantu masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Terima kasih atas dukungan besar Ditjen Dukcapil. Dalam kondisi apa pun, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Kita harus pastikan seluruh warga mendapatkan hak administrasi kependudukannya,” tegas Bupati Jon Firman Pandu dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberlangsungan layanan Dukcapil menjadi fondasi penting bagi pemulihan daerah, karena berkaitan langsung dengan akses bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan terus memastikan jajaran terkait bekerja maksimal meski dalam situasi darurat.
Bantuan Starlink dan sarana pendukung lainnya ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Di bawah kepemimpinan Jon Firman Pandu, Kabupaten Solok menunjukkan kesiapsiagaan dan ketegasan dalam menjaga pelayanan dasar tetap optimal. Kehadiran Bupati di setiap lini penanganan bencana tidak hanya mempercepat koordinasi, tetapi juga menjadi penguat moral bagi aparatur dan masyarakat, menumbuhkan keyakinan bahwa Solok mampu bangkit lebih cepat dan lebih baik.
