Solok – Di tengah suasana duka dan kewaspadaan, kepemimpinan diuji bukan lewat kata, melainkan kehadiran. Itulah yang ditunjukkan Bupati Solok Jon Firman Pandu saat turun langsung meninjau Posko Penanganan Bencana di Nagari Gantuang Ciri, Kamis (11/12/2025). Langkah ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak berjarak dengan warganya ketika bencana datang tanpa aba-aba.
Bencana yang melanda wilayah tersebut menyebabkan sedikitnya 65 Kepala Keluarga terdampak. Dari jumlah itu, empat KK terpaksa menempati tenda pengungsian darurat yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat nagari, sementara warga lainnya mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Dalam situasi darurat ini, kehadiran kepala daerah dinilai memberi suntikan semangat sekaligus rasa aman bagi warga.
Setibanya di lokasi posko, Bupati Jon Firman Pandu disambut jajaran pemerintah kecamatan, Wali Nagari Gantuang Ciri, petugas BPBD, unsur TNI–Polri, serta relawan yang sejak awal siaga di lapangan. Ia meninjau satu per satu fasilitas posko, memastikan kondisi tenda layak huni, ketersediaan logistik aman, serta pelayanan dasar berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam dialog langsung dengan warga, Bupati mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka, mulai dari pangan, kesehatan, hingga kondisi anak-anak dan lansia. Pendekatan humanis ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perhatian penuh. Terutama empat KK yang tinggal di tenda darurat, kebutuhan mereka harus diprioritaskan. Pemerintah akan terus mendampingi sampai kondisi kembali normal,” tegas Bupati dengan nada empati.
Tak berhenti pada peninjauan, pemerintah daerah juga telah menggerakkan langkah-langkah strategis penanganan lanjutan. Layanan kesehatan disiagakan untuk mencegah penyakit pascabencana, dapur umum beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan, serta pendampingan psikososial diberikan kepada warga yang mengalami tekanan mental akibat musibah. Upaya ini dilakukan secara terkoordinasi agar pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental dan sosial.
BPBD Kabupaten Solok, di bawah arahan pemerintah daerah, terus meningkatkan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Informasi dan peringatan dini terus disosialisasikan agar risiko lanjutan dapat diminimalkan.
Kunjungan langsung Bupati Jon Firman Pandu ini memperlihatkan gaya kepemimpinan yang responsif dan membumi. Pemerintah Kabupaten Solok tidak sekadar hadir melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui kehadiran pemimpin yang berdiri bersama warganya di masa sulit. Di Gantuang Ciri, kepemimpinan ditunjukkan dengan tindakan—sebuah pesan bahwa negara, dalam skala daerah, benar-benar ada ketika masyarakat membutuhkannya.
