Mojokerto– Kepedulian terhadap penurunan angka stunting di Mojokerto kembali mendapat pengakuan. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, berhasil menyabet penghargaan prestisius sebagai ‘Kepala Daerah Peduli Stunting’ dalam acara peringatan Hari Jadi Beritajatim.com ke-18.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Beritajatim.com, Ainur Rohim, didampingi oleh Pemimpin Redaksi, Dwi Eko Lokononto, dan Direktur Bisnis, Saptini Darmaningrum, kepada Bupati Ikfina. Acara pemberian penghargaan berlangsung di ruang kerja Bupati Mojokerto, Selasa (14/5/2024) sore.
“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Iya, setiap hari hampir program Pemerintah Kabupaten Mojokerto fokus dalam penanganan stunting,” ungkapnya.
Turunnya Angka Stunting di Bumi Majapahit
Bupati Ikfina meraih penghargaan tersebut atas berbagai upaya yang telah dilakukannya dalam menurunkan angka stunting di Mojokerto. Hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 mencatat angka stunting Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen. Namun, angka tersebut berhasil turun menjadi 9,6 persen pada tahun 2023.
Upaya Konkret Bupati Ikfina
Bupati Ikfina telah melakukan berbagai upaya konkret dalam menurunkan angka stunting di Mojokerto. Mulai dari pembuatan regulasi hingga pelaksanaan rembuk stunting, semua langkah diambil untuk mempercepat penurunan stunting. Langkah-langkah tersebut antara lain:
- Pembuatan regulasi seperti Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi.
- Pelaksanaan rembuk stunting sebagai langkah mempercepat penurunan stunting dengan melibatkan lintas sektor dan pemerintah desa.
- Penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting secara terintegrasi Kabupaten Mojokerto tahun 2024.
Program Unggulan untuk Menurunkan Stunting
Bupati Ikfina juga menekankan berbagai program unggulan yang telah dijalankan untuk menurunkan angka stunting, seperti SAPA Bunda, SEHATI, Gelora Cinta, dan lainnya. Program-program tersebut melibatkan berbagai kalangan mulai dari anak PAUD hingga lansia, serta menampilkan inovasi baru seperti program ngopi untuk remaja.
“Yang baru GEMPY, Gen – Z Mojokerto Yeay program dari Diskominfo. Rabu ada Gelora Cinta, Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita. Kemudian ada Satyagatra yakni Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera dan ada Bulik Soima yakni Tilik Deso Mirsani Masyarakat. Kamis ada program DHASAT yakni Dapur Sehat Atasi Stunting,” jelasnya.
Penerimaan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bupati Ikfina untuk terus berkomitmen dalam menurunkan angka stunting di Mojokerto. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan angka stunting di Mojokerto dapat ditekan hingga di bawah 5 persen pada akhir tahun 2024.
