Semarang – “Alam bukan sekadar lintasan, melainkan ruang yang mengajarkan harmoni.” Ungkapan itu seakan tergambar dalam gelaran Merbabu Skyrace 2026 yang kembali menghadirkan ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang. Memasuki tahun penyelenggaraan keempat, ajang lari lintas alam tersebut semakin mengukuhkan diri sebagai magnet sport tourism di Jawa Tengah sekaligus sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebanyak hampir 2.700 peserta dari 14 negara ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung pada Sabtu-Minggu [6 Juni 2026]-[7 Juni 2026]. Para pelari berasal dari Indonesia, Australia, Mesir, Belanda, Kanada, Prancis, Jerman, Malaysia, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam. Mereka mengikuti lima kategori lomba, yaitu 5 kilometer, 10 kilometer, 20 kilometer, 40 kilometer, serta 50 kilometer. Seluruh peserta memulai dan mengakhiri perlombaan di Lapangan Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, yang dikenal sebagai salah satu jalur menuju kawasan Gunung Merbabu. Kategori 40K dan 50K menjadi pembuka dengan start pada Sabtu (6/6/2026) pukul 02.00 WIB, disusul kelas 20K pada pukul 05.00 WIB, sedangkan nomor 5K dan 10K dijadwalkan berlangsung pada Minggu [7 Juni 2026].
“Kegiatan ini mendatangkan masyarakat dari luar Jawa Tengah bahkan dari berbagai negara. Mudah-mudahan ke depan peserta mancanegara semakin banyak sehingga dampak ekonominya juga semakin besar bagi masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai melepas peserta kategori 40K dan 50K.
Menurut Sumarno, meningkatnya jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya menjadi indikasi bahwa Merbabu Skyrace semakin mendapat tempat di level internasional. Ia menilai penyelenggaraan ajang tersebut bukan hanya memperkuat sektor wisata berbasis olahraga, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi lomba.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mengajak masyarakat untuk semakin mencintai alam dan lingkungan. Gunung Merbabu adalah salah satu aset alam yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan lingkungan yang masih terjadi di sejumlah daerah membutuhkan pendekatan yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat. Melalui kegiatan olahraga yang menyatu dengan alam, diharapkan muncul rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kawasan pegunungan.
Race Director Merbabu Skyrace, Sri Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pembeda dibandingkan event serupa. Selain terafiliasi dengan International Trail Running Association (ITRA) dan Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB), ajang tersebut juga tercatat dalam jaringan International Skyrunning Federation (ISF).
“Merbabu Skyrace memiliki ikon yang kuat karena peserta benar-benar naik ke Gunung Merbabu dengan elevasi yang tinggi. Itu yang menjadi keunikan sekaligus nilai pembeda dibandingkan event-event lain,” katanya.
Agus mengungkapkan, kategori 20 kilometer menjadi kelas yang paling diminati dengan jumlah peserta sekitar 1.200 orang. Peningkatan jumlah pelari pada tahun ini memperlihatkan bahwa Merbabu Skyrace mulai menjadi agenda penting dalam kalender trail running nasional maupun internasional.
“Harapan kami, Merbabu Skyrace menjadi event yang selalu ditunggu-tunggu oleh komunitas trail running, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Dampak penyelenggaraan event ini juga dirasakan masyarakat sekitar. Kawasan Thekelan yang sebelumnya belum banyak dikenal kini mulai menjadi destinasi yang diperhitungkan. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping turut menggerakkan sektor penginapan, kuliner, jasa transportasi, hingga pelaku usaha mikro.
“Nama Thekelan sekarang semakin dikenal. Peserta asing datang dari banyak negara dan perputaran ekonomi yang terjadi juga cukup besar bagi masyarakat,” kata Agus.
Salah seorang peserta kategori 50K asal Sidoarjo, Alfian Nugraha, mengaku terpikat mengikuti Merbabu Skyrace karena keindahan panorama Gunung Merbabu yang telah lama dikenal para pendaki dan pelari lintas alam.
“Merbabu itu pemandangannya luar biasa indah. Selalu ada alasan untuk kembali ke sini. Saya sudah beberapa kali mendaki, tetapi baru kali ini mengikuti Merbabu Skyrace,” ujarnya.
Bertambahnya jumlah peserta dan semakin luasnya keterlibatan pelari mancanegara mempertegas posisi Merbabu Skyrace sebagai salah satu event sport tourism unggulan di Jawa Tengah. Selain menjadi panggung olahraga internasional, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media kampanye pelestarian lingkungan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Merbabu.
