Kukar – Menjelang medan pertempuran, setiap kehilangan selalu menjadi ujian. Itulah situasi yang kini dihadapi Timnas Indonesia. Tiga hari sebelum Piala AFF 2026 resmi bergulir, skuad Garuda harus menerima kenyataan tidak dapat mengandalkan tiga pemain kunci yang sebelumnya diproyeksikan memperkuat tim pada fase awal turnamen.
Persiapan Timnas Indonesia memasuki tahap akhir setelah menjalani pemusatan latihan di Bali. Namun, kondisi tim tidak sepenuhnya ideal karena tiga pemain dipastikan absen akibat masalah cedera dan kebugaran. Situasi tersebut membuat pelatih John Herdman harus melakukan penyesuaian komposisi tim sekaligus mempertimbangkan alternatif di beberapa posisi agar keseimbangan permainan tetap terjaga.
“Kami tentu kecewa kehilangan beberapa pemain. Namun, kami harus fokus kepada pemain yang tersedia dan memastikan tim tetap siap menghadapi pertandingan pertama,” ujar Herdman.
Absennya tiga pemain tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat Indonesia akan memulai perjuangan di Grup A Piala AFF 2026 dengan menghadapi Kamboja. Setelah itu, Garuda masih harus melawan Timor Leste, Vietnam, dan Singapura dalam persaingan memperebutkan dua tiket menuju babak semifinal.
Tim pelatih disebut telah mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak awal pemusatan latihan. Sejumlah pemain pelapis yang tampil konsisten selama sesi latihan maupun laga uji coba kini berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak. Herdman juga terus mengevaluasi kondisi seluruh pemain untuk memastikan tidak ada tambahan cedera menjelang laga perdana.
Selain memengaruhi kekuatan teknis, absennya tiga pemain inti juga menjadi ujian bagi kedalaman skuad Indonesia. Dalam turnamen dengan jadwal pertandingan yang padat, rotasi pemain menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga performa tim sepanjang fase grup. Oleh sebab itu, kesiapan pemain pelapis akan sangat menentukan perjalanan Garuda di kompetisi tahun ini.
Di sisi lain, Indonesia masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang diharapkan mampu mengambil peran lebih besar di lapangan. Kepemimpinan para pemain senior dinilai penting untuk menjaga stabilitas permainan sekaligus memberikan kepercayaan diri kepada pemain muda yang berpeluang tampil sejak menit awal.
Meski kehilangan beberapa pilar utama, optimisme di lingkungan Timnas Indonesia tetap terjaga. Tim pelatih meyakini seluruh pemain yang masuk dalam daftar akhir memiliki kualitas untuk bersaing di level Asia Tenggara. Fokus kini diarahkan pada pemantapan strategi, penyelesaian akhir, serta menjaga kondisi fisik pemain agar tampil maksimal saat pertandingan resmi dimulai.
Tantangan yang datang menjelang kick-off Piala AFF 2026 menjadi ujian awal bagi skuad Garuda. Jika mampu melewati situasi ini dengan baik, Indonesia diharapkan tetap mampu tampil kompetitif dan menjaga peluang melangkah jauh dalam perburuan gelar juara Asia Tenggara.
