Mojokerto – Pendopo Graha Maja Tama (GMT) menjadi saksi pelantikan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto untuk periode 2024-2029. Dalam momen penting ini, Bupati Ikfina Fahmawati menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan fungsi Baznas.
Baznas Kabupaten Mojokerto akan bertindak bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Dinas Sosial, untuk menangani berbagai masalah sosial di wilayah tersebut. Ikfina memandang transparansi sebagai fondasi yang krusial dalam upaya ini.
“Kedepan Baznas akan bersinergi dengan Pemkab Mojokerto khususnya Dinas Sosial, untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial yang ada di Kabupaten Mojokerto, sehingga kedepannya kita akan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Dalam arahannya, Ikfina menekankan perlunya kekuatan dalam pengelolaan data, termasuk pemetaan masyarakat yang berada dalam kondisi prasejahtera. “Untuk pengurus (Baznas) yang baru saja dilantik saya minta untuk memperkuat kemampuan IT nya, jadi nanti bagaimana caranya untuk memetakan sasaran (penerima zakat) dan juga menyajikan informasi kepada masyarakat tentang zakat, infaq, dan sedekah,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk aktif berzakat, berinfaq, dan bersedekah melalui Baznas. “Mudah-mudahan Baznas Kabupaten Mojokerto ini bisa eksis melakukan tugasnya dengan baik dan kredibel, saya juga berharap agar para masyarakat juga turut membayar zakat, infaq, sedekah agar Kabupaten Mojokerto ini diberkahi oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Pelantikan ini melibatkan empat posisi pimpinan, termasuk Ketua Baznas yang baru, Zamroni Ahmad, serta empat pimpinan lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur, Ali Machsan Moesa, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi Baznas Kabupaten Mojokerto untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan integritas, sesuai dengan amanah yang diberikan.
