Mahulu – Dalam beberapa waktu terakhir, isu mengenai pencalonan Artya Fathra Marthin sebagai Wakil Bupati Mahulu dalam Pemilu Kepala Daerah semakin marak dibicarakan. Sebagian pihak mempertanyakan latar belakang Artya yang dianggap sebagai “orang luar” Mahulu. Namun, perwakilan dari PRIMA Muda, Stanislaus Nyopaq SH, secara tegas menepis isu tersebut dan menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kontribusi dari luar.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Stanis menyampaikan bahwa pencalonan Artya Fathra Marthin membawa potensi besar bagi pembangunan Mahulu. Menurut Stanis, yang akrab disapa Stanis, Artya bukan hanya sekadar calon wakil bupati, tetapi merupakan figur yang mampu mendatangkan energi baru bagi daerah tersebut.
“Mahulu adalah wilayah strategis, dan kita memerlukan keterhubungan dengan kekuatan eksternal untuk mempercepat kemajuan daerah. Artya Fathra Marthin adalah figur berprestasi yang telah memberikan kontribusi signifikan, terutama di bidang legislatif. Ia telah mewakili sub suku Kenyah, yang juga merupakan bagian dari etnis yang ada di Mahulu,” ungkap Stanis.
Membantah Isu “Orang Luar”
Terkait tudingan bahwa Artya Fathra Marthin adalah “orang luar” yang tidak memahami kondisi lokal Mahulu, Stanis dengan tegas menolak narasi tersebut. Menurutnya, Artya adalah sosok yang memiliki ikatan kuat dengan Mahulu melalui etnis Kenyah, dan ia telah berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan daerah perbatasan ini.
“Isu bahwa Fathra adalah orang luar sama sekali tidak benar. Pembangunan di Mahulu harus dilakukan secara bersama-sama, dari Mamboq hingga Long Apari. Isu ini tidak lebih dari upaya untuk memecah belah,” kata Stanis.
Stanis juga menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan daerah bukanlah soal siapa yang datang dari luar, tetapi bagaimana mengoptimalkan potensi lokal dan keterhubungan eksternal. Dalam hal ini, Artya dianggap sebagai jembatan yang mampu menghubungkan Mahulu dengan peluang yang lebih luas.
Energi Dayak dan Persatuan
Stanis menyoroti pentingnya persatuan etnis Dayak dan keragaman agama di Mahulu sebagai kekuatan utama untuk membangun masa depan daerah tersebut. Baginya, semangat gotong royong dan persatuan harus menjadi pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk narasi-narasi negatif yang disebarkan oleh pihak tertentu.
“Mahulu adalah rumah bagi banyak etnis dan agama, dan energi kebersamaan ini yang harus menjadi kekuatan utama. Tidak ada tempat bagi narasi pemecah belah. Kami percaya bahwa Mahulu harus dibangun atas dasar kebersamaan, di mana semua elemen masyarakat merasa memiliki dan terlibat,” lanjutnya.
Menepis Narasi Negatif
Menanggapi isu-isu yang dihembuskan oleh pihak tertentu, Stanis mengakui bahwa pihaknya menghadapi tantangan. Namun, ia dengan tegas menyatakan bahwa PRIMA Muda tetap berkomitmen pada kesatuan dan persatuan dalam memajukan Mahulu.
“Kami sadar ada isu yang menghantam, tapi kami yakin bahwa persatuan adalah kunci untuk maju. Bagi mereka yang mungkin mendorong narasi-narasi negatif, saya rasa itu hanya upaya mencari perhatian semata. Kami tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin berdiskusi lebih lanjut dan mencari kejelasan,” jelasnya.
Visi PRIMA Muda untuk Mahulu
Dengan pernyataan yang disampaikan oleh Stanis, PRIMA Muda menegaskan posisinya dalam mendukung calon-calon pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bersama. Mereka percaya bahwa Mahulu tidak hanya membutuhkan kekuatan dari dalam, tetapi juga keterbukaan terhadap kontribusi eksternal demi mencapai kemajuan yang lebih signifikan.
“Kami mendukung siapa pun yang membawa visi untuk kepentingan bersama. Artya Fathra Marthin adalah bagian dari solusi bagi Mahulu, dan kami percaya bahwa dengan koneksi eksternal yang kuat, Mahulu akan semakin maju,” pungkas Stanis.
