Jakarta – Posko Angkutan Laut Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) kembali dibuka oleh Kementrian Perhubungan. Posko ini berlangsung selama 22 hari, terhitung mulai 18 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Arif Toha memimpin apel siaga kesiapan dalam penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Nataru 2023.
Arif menjelaskan kegiatan apel siaga kesiapan angkutan laut Nataru 2023 dimaksudkan untuk menyiapkan koordinasi antar petugas instansi terkait, penyedia jasa maupun asosiasi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan laut Nataru 2023.
“Kita harus memastikan kesiapan segala aspek termasuk terminal penumpang, keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran debarkasi/embarkasi penumpang. Semoga ini berjalan dengan lancar, tertib, aman dan nyaman,” ungkap Arif dalam keterangannya, Selasa (20/12/2022).
Ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru memiliki dimensi sosial yang cukup kompleks. Ia berpesan kepada para petugas di lapangan agar dapat memberikan kontribusi optimal dalam mendukung kelancaran angkutan Nataru tersebut.
“Saya meminta kepada para petugas di lapangan agar memberikan sungguh-sungguh pengawasan terhadap keselamatan pelayaran. Selain itu, mengantisipasi agar tidak terjadi masalah percaloan tiket, kenaikan tarif melebihi ketentuan, penelantaran penumpang serta melakukan tindakan yang tegas terhadap setiap pelanggaran,” terangnya.
Arif meminta para petugas untuk secara intensif memberikan sosialisasi segala peraturan, kebijakan dan perubahan yang dikeluarkan terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini ditujukan kepada seluruh instansi dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut.
“Sosialisasi serta informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar memahami perihal angkutan laut Nataru,” ujarnya.
Petugas juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu Satuan Tugas Covid-19, Pemerintah Daerah, TNI/POLRI, Operator Terminal, Operator Kapal, Bea Cukai, Karantina, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan instansi terkait.
“Kolaborasi dengan BMKG harus selalu dilakukan, karena kita harus memperhatikan cuaca agar keselamatan dalam pelayaran dapat terlaksana,” ucap Arif.
Pihaknya memprediksi lonjakan penumpang pada masa sebelum dan setelah Natal 2022 akan terjadi pada pada 23 dan 26 Desember 2022. Tanggal 30 Desember dan 2 Januari diprediksi merupakan puncak penumpang pada masa sebelum dan setelah Tahun Baru 2023.
Ada 10 pelabuhan yang diperkirakan memiliki jumlah penumpang terpadat yaitu Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Ternate, Sabang, Tanjung Perak, Manado,Parepare, Baubau dan Sorong.
Ia mengungkapkan, jumlah armada yang digunakan sebanyak 910 unit dengan rincian PT Pelni sebanyak 26 unit, armada perintis 111 unit dan armada swasta 773 unit.
“Kami juga mensiagakan kapal negara Kapal Kenavigasian dan Kapal KPLP untuk antisipasi keadaan darurat,” tandasnya.
