Kediri – Wajah wisata sejarah Kota Kediri bersiap tampil lebih menarik. Museum Airlangga yang menyimpan berbagai peninggalan budaya kini menjadi sasaran revitalisasi pemerintah daerah. Pembenahan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang lebih nyaman sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Goa Selomangleng.
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) terus mendorong pengembangan destinasi wisata sejarah dan budaya di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Revitalisasi Museum Airlangga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas, penyajian koleksi, serta minat masyarakat untuk berkunjung.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menjelaskan bahwa pembenahan Museum Airlangga mencakup sejumlah bagian bangunan yang membutuhkan perbaikan. Selain memperhatikan kondisi fisik, revitalisasi juga diarahkan untuk menciptakan suasana museum yang lebih representatif bagi pengunjung.
“Revitalisasi ini meliputi beberapa bagian, mulai dari atap bangunan yang sudah mulai rusak, penataan interior, ventilasi, hingga pencahayaan atau lighting di dalam museum. Selama ini penataan pencahayaan masih belum optimal,” jelas Un Achmad Nurdin, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, pembenahan fasilitas menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan museum. Kondisi bangunan yang baik, sirkulasi udara yang memadai, serta sistem pencahayaan yang tepat dapat membantu menciptakan lingkungan kunjungan yang lebih nyaman.
Perbaikan atap menjadi salah satu perhatian karena bagian tersebut berperan dalam melindungi ruang pamer dan koleksi yang berada di dalam bangunan. Sementara penataan interior diharapkan mampu menghadirkan ruang pamer yang lebih tertata dan mudah diakses pengunjung.
Selain itu, pengaturan pencahayaan memiliki peran penting dalam memperkuat tampilan koleksi. Penerangan yang sesuai dapat membantu pengunjung mengamati benda bersejarah dengan lebih jelas, sekaligus mendukung suasana ruang pamer yang menarik.
Namun, revitalisasi Museum Airlangga tidak hanya berhenti pada pembenahan fisik bangunan. Pemerintah Kota Kediri juga memberikan perhatian terhadap cara penyajian informasi sejarah melalui koleksi yang dipamerkan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan storyline atau alur cerita museum. Melalui konsep tersebut, koleksi diharapkan tidak lagi dipahami sebagai benda yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian sejarah yang saling berkaitan.
“Nanti juga akan ada pengembangan storyline, sehingga koleksi yang ditampilkan memiliki urutan cerita. Dengan begitu, pengunjung bisa lebih mudah memahami sejarah yang disampaikan melalui koleksi museum,” imbuhnya.
Penataan alur cerita tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, terutama pelajar dan masyarakat yang ingin mengenal sejarah serta kekayaan budaya daerah.
Dengan penyajian yang lebih sistematis, pengunjung dapat mengikuti informasi sejarah secara bertahap sehingga nilai edukasi museum semakin mudah dipahami.
Museum Airlangga sendiri memiliki posisi strategis karena berada dalam kawasan wisata yang sama dengan Goa Selomangleng. Kedekatan kedua destinasi tersebut menjadi potensi untuk mengembangkan wisata sejarah, budaya, dan rekreasi secara terpadu.
Menurut Un Achmad Nurdin, pengembangan kawasan wisata tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan museum. Fasilitas pendukung di sekitar Goa Selomangleng juga perlu mendapat perhatian agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berkunjung.
Sejumlah gagasan pengembangan telah disiapkan, termasuk penyediaan fasilitas rekreasi dan kawasan kuliner yang dapat melengkapi pengalaman wisata.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Meski demikian, rencana pengembangan tetap harus memperhatikan aspek perizinan dan ketentuan yang berlaku. Setiap pembangunan fasilitas baru perlu disesuaikan dengan aturan pemanfaatan kawasan agar tidak mengabaikan fungsi utama destinasi sebagai ruang wisata sejarah dan budaya.
Pengembangan yang terencana juga menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan fasilitas wisata, pelestarian lingkungan, serta perlindungan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
Di sisi lain, Disbudparpora Kota Kediri turut mempersiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pelayanan kepada wisatawan.
Sebanyak dua orang disiapkan mengikuti pelatihan sebagai pemandu wisata atau tour guide. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyampaian informasi kepada pengunjung, terutama berkaitan dengan sejarah dan koleksi yang terdapat di Museum Airlangga.
Keberadaan pemandu wisata memiliki peran penting dalam memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai objek yang dikunjungi.
Melalui pendampingan yang informatif, wisatawan tidak hanya melihat benda peninggalan sejarah, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai latar belakang dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Peningkatan kualitas pelayanan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Museum Airlangga sebagai destinasi wisata edukasi, termasuk bagi rombongan pelajar, keluarga, maupun wisatawan dari luar daerah.
Selain memberikan manfaat bagi sektor pendidikan dan kebudayaan, pengembangan kawasan Museum Airlangga dan Goa Selomangleng juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Peningkatan kunjungan wisatawan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di bidang kuliner, perdagangan, jasa, serta produk ekonomi kreatif.
Karena itu, pengembangan destinasi wisata perlu diarahkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengelola kawasan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor pariwisata.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam revitalisasi Museum Airlangga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengelolaan aset budaya sekaligus meningkatkan kualitas destinasi wisata Kota Kediri.
Dengan dukungan anggaran APBN, pembenahan museum diharapkan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan teknis serta tetap memperhatikan aspek pelestarian koleksi dan bangunan.
Sementara itu, pengembangan fasilitas di kawasan Goa Selomangleng dapat menjadi pelengkap untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam.
Un Achmad Nurdin berharap seluruh upaya tersebut mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya, melalui berbagai upaya ini, potensi wisata Kota Kediri bisa semakin berkembang dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Melalui revitalisasi Museum Airlangga dan rencana pengembangan kawasan Goa Selomangleng, Pemerintah Kota Kediri berupaya memperkuat identitas daerah sebagai tujuan wisata sejarah dan budaya.
Pembenahan fasilitas, penyajian koleksi yang lebih informatif, serta peningkatan kualitas pelayanan diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Dengan pengembangan yang terarah, kawasan tersebut berpeluang semakin dikenal sebagai destinasi wisata edukatif sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat Kota Kediri.
