Jember – Program Bunga Desaku kembali menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pelayanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Kali ini, kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang keliling atau mlijo, serta kelompok tani tersebut digelar di Balai Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Sabtu (31/10/2026).
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir langsung untuk bertemu dan berdialog dengan sekitar seribuan masyarakat yang terdiri dari pedagang, pelaku UMKM, dan petani.
Meski sempat diguyur hujan, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan. Warga tetap berdatangan dan memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan berbagai pelayanan yang disediakan pemerintah daerah.
Salah satu layanan yang menarik perhatian peserta adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Masyarakat dapat memeriksakan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tanpa dipungut biaya.
Layanan tersebut dimanfaatkan oleh banyak peserta yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Persyaratannya pun cukup mudah, yakni membawa fotokopi KTP dan menunjukkan undangan kegiatan.
Pemeriksaan kesehatan ini didukung oleh tenaga kesehatan dari dua fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Jelbuk dan Puskesmas Sukowono.
Selain menghadirkan pelayanan kesehatan, kegiatan Bunga Desaku juga menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pengembangan UMKM dan dukungan bagi sektor pertanian.
Seusai acara, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa Bunga Desaku merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menyosialisasikan program-program pemerintah sekaligus memastikan kebijakan yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Tujuan Bunga Desaku adalah sosialisasi program Pemerintah Kabupaten Jember. Tadi, termasuk terkait masalah kesehatan. Bukan cuma kesehatan, pertemuan semacam ini juga kami butuhkan untuk menyerap aspirasi, supaya program-program yang kami rancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM,” ujar Gus Fawait.
Ia mengatakan, pemerintah ingin mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari dukungan sarana usaha bagi pelaku UMKM hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani.
Menurutnya, pemberian bantuan harus disertai pemahaman mengenai pemanfaatannya agar benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.
Gus Fawait pun mengingatkan agar bantuan yang diberikan pemerintah tidak dijual atau disalahgunakan.
“Setelah diberi bantuan, jangan sampai dijual atau disalahgunakan. Kewajiban kita bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan imbauan supaya bantuan tersebut digunakan sebaik mungkin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyampaikan bahwa kegiatan Bunga Desaku akan terus digencarkan. Berdasarkan jadwal yang diterima, terdapat sekitar 20 kegiatan yang direncanakan berlangsung hingga Desember 2026.
Intensitas kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan sosialisasi program pemerintah sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan jajaran OPD.
Selain itu, Bunga Desaku juga diarahkan untuk mendukung upaya pengendalian inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta mengantisipasi dampak fenomena El Niño terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Gus Fawait menjelaskan, penyaluran bantuan kebutuhan pokok dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan sehari-hari.
Melalui kegiatan Bunga Desaku, Pemkab Jember berupaya memastikan program pembangunan dan pelayanan publik tidak hanya disosialisasikan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Kehadiran langsung Bupati bersama jajaran OPD di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi, meningkatkan efektivitas bantuan, serta mendorong perkembangan UMKM dan sektor pertanian di Kabupaten Jember.
