Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait menghadiri pertemuan dengan para pengasuh pondok pesantren dalam rangkaian program Bunga Desaku yang digelar di Seger Nusantara, Senin malam (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan para kiai dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren. Menurutnya, berbagai janji yang berkaitan dengan kesejahteraan guru ngaji mulai direalisasikan, di antaranya pemberian insentif secara terhormat pada bulan Ramadan serta prioritas beasiswa bagi putra-putri guru ngaji.
“Guru ngaji adalah gerbang penjaga akhlak anak-anak kita di Kabupaten Jember. Karena itu mereka harus mendapatkan perhatian yang layak,” ujar Gus Fawait.
Ia juga mengumumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi yang menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dengan seluruh pondok pesantren di Jember. Forum tersebut dipimpin secara ex-officio oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), sementara di tingkat kecamatan akan melibatkan camat bersama perwakilan pesantren.
Selain itu, Pemkab Jember juga akan membentuk grup komunikasi yang berisi para kiai, gus, dan lora agar berbagai program pemerintah maupun aspirasi dari pondok pesantren dapat disampaikan secara langsung kepada bupati.
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait turut memaparkan sejumlah program prioritas di bidang kesehatan. Ia memastikan seluruh warga ber-KTP Jember kini dapat mengakses layanan berobat gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat, Pemkab juga akan meluncurkan program Home Care, yaitu layanan dokter yang mendatangi masyarakat kurang mampu di rumah untuk memeriksa kondisi kesehatan dan memberikan rujukan apabila diperlukan.
Untuk sektor pendidikan pesantren, Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah mulai memberikan bantuan kepada seluruh pondok pesantren di Kabupaten Jember sebagai bentuk penghargaan atas peran besar pesantren dalam membangun karakter generasi muda.
Di bidang pendidikan tinggi, Pemkab Jember tahun ini kembali membuka program beasiswa dengan enam kategori, termasuk kategori khusus santri yang sebelumnya belum tersedia. Menurutnya, kategori tersebut dihadirkan sebagai bentuk pengakuan terhadap ciri khas pendidikan pesantren yang menitikberatkan pada penguasaan kitab kuning.
Gus Fawait mengungkapkan, pada tahun sebelumnya Pemkab Jember telah menyalurkan sekitar 7.000 beasiswa kepada mahasiswa, termasuk dalam jumlah besar kepada kalangan santri. Para penerima beasiswa santri tidak hanya memperoleh bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga bantuan biaya hidup dengan nilai maksimal sekitar Rp11 juta per tahun.
Ke depan, Pemkab Jember juga menargetkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir dan beberapa kampus di China, agar santri asal Jember memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa internasional.
Menutup sambutannya, Gus Fawait meminta doa kepada para kiai agar dirinya bersama jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik. Ia juga menginstruksikan rumah sakit daerah untuk menyediakan jalur pelayanan khusus atau fast track bagi para pengasuh pondok pesantren sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Kami ingin para pengasuh pondok pesantren mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat apabila sewaktu-waktu membutuhkan. Mohon kepada Kabag Kesra agar data dan nomor telepon para pengasuh pondok pesantren disampaikan kepada direktur rumah sakit sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan lebih mudah,” pungkas Gus Fawait.
