Jember – Ribuan orang tumpah ruah memadati kawasan Alun-Alun Tanggul, Kabupaten Jember, Sabtu (5/9/2026). Mereka datang untuk mengikuti sekaligus menyaksikan kemeriahan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026.
Namun, Tajemtra ternyata bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan tahunan bagi masyarakat. Di balik semarak ribuan peserta yang memadati jalur sepanjang 30 kilometer tersebut, terdapat berkah ekonomi yang dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejak pagi, ratusan pedagang terlihat berjejer di sekitar Alun-Alun Tanggul. Para pedagang juga memanfaatkan sejumlah titik di sepanjang jalur yang dilewati peserta, termasuk lokasi-lokasi yang menjadi tempat istirahat.
Salah seorang pedagang, Salamah, mengaku sudah sekitar enam tahun memanfaatkan berbagai event besar di Jember untuk berjualan makanan ringan dan minuman.
“Saya sudah berjualan sosis bakar dan lainnya sekitar enam tahun. Alhamdulillah setiap tahun kalau ada acara Tajem saya pasti jualan, karena kalau ada acara seperti ini jualan saya laris,” ujarnya.
Menurut Salamah, omzet saat event besar seperti Tajemtra bisa meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Kalau dibandingkan hari-hari biasa, penghasilan kami sangat jauh. Kalau acara besar seperti Tajem ini bisa 10 kali lipat yang laku dibanding hari-hari biasa,” katanya.
Tak hanya Tajemtra, Salamah juga selalu mengikuti berbagai agenda hiburan yang digelar di Jember. Ia bersama pedagang lainnya bahkan memiliki grup WhatsApp untuk berbagi informasi mengenai berbagai event.
“Bukan hanya acara Tajem, setiap ada acara hiburan saya pasti datang untuk jualan. Kami ada grup WhatsApp bersama teman-teman. Jadi kalau ada kabar hiburan, kita pasti tahu,” tuturnya.
Ia berharap event-event besar di Jember terus digelar sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya pedagang kecil, yang ikut merasakan manfaat ekonominya.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya acara Tajem ini. Semoga tiap tahun semakin banyak yang ikut, supaya kami bisa ikut menikmati rezeki lebih banyak,” imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas bagi pelaku UMKM dalam gelaran Tajemtra 2026.
Menurutnya, sejumlah tenda telah disiapkan di kawasan Alun-Alun Tanggul dan diperuntukkan bagi pelaku UMKM setempat.
“Untuk Tajem, yang pertama kami sudah memasang tenda di Alun-Alun Tanggul. Peruntukannya juga untuk teman-teman pelaku UMKM yang ada di Tanggul,” kata Sartini.
Selain menyediakan lokasi berjualan, pihaknya juga telah menginformasikan event tersebut kepada pelaku UMKM yang berada di sepanjang jalur Tajemtra.
“Di sepanjang jalan kami juga sudah menyampaikan kepada UMKM-UMKM yang ada di jalur Tajem. Seperti teman-teman Mangli kita sampaikan, Rambipuji kita sampaikan, termasuk yang Kaliwates,” jelasnya.
Sartini mengakui jumlah pedagang yang berjualan selama Tajemtra tidak dapat dihitung secara pasti. Sebab, selain UMKM yang telah terdata dan mendapat informasi dari pemerintah, banyak pula pedagang dadakan yang memanfaatkan keramaian event.
“Kalau total kami tidak bisa menghitung, karena ketika ada Tajem itu kan biasa ada pedagang dadakan. Tidak hanya UMKM yang kami hubungi, tapi ada yang dadakan,” ujarnya.
Ia mencontohkan fenomena serupa terjadi saat pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC). Jumlah pedagang di lapangan bisa jauh lebih banyak dibandingkan perkiraan awal.
Sartini menilai event berskala besar memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat. Ia mengatakan omzet pedagang pada sebuah event sangat dipengaruhi oleh kondisi dan jumlah masyarakat yang hadir.
“Kalau tahun kemarin, mengacu tahun kemarin, enggak bisa untuk acuan. Contoh saja yang di JFC 2026 ini, omzet teman-teman jauh lebih besar dibanding 2025,” katanya.
Menurutnya, kondisi cuaca turut memengaruhi tingkat kunjungan dan aktivitas pedagang. Ketika cuaca mendukung dan tidak terjadi hujan, masyarakat lebih leluasa menikmati event sehingga transaksi pedagang ikut meningkat.
Hal serupa juga terlihat saat gelaran Konser Merah Putih. Sartini menyebut terdapat sekitar 460 pedagang yang berjualan dan mencatatkan perputaran omzet yang cukup besar dalam satu malam.
“Ketika tidak ada hujan, yang berjualan juga laris. Sama ketika kemarin Konser Merah Putih. Dalam semalam saja pedagangnya ada sekitar 460-an. Omzetnya luar biasa,” ungkapnya.
Yang menarik, fasilitas tenda yang disediakan pemerintah daerah bagi UMKM tidak dipungut biaya.
“Tenda untuk yang disiapkan dari dinas itu gratis. Tidak ada yang dibayar, gratis,” tegas Sartini.
Pemkab Jember berharap semakin banyak event berskala besar dan nasional digelar di daerah tersebut. Selain menjadi hiburan dan ruang ekspresi masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Harapannya di Jember khususnya terus membuat event-event yang skalanya besar, nasional, yang kemudian bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Jember,” pungkasnya.
Dengan demikian, kemeriahan Tajemtra 2026 tak hanya terlihat dari ribuan peserta yang berlari dan berjalan menyusuri jalur Tanggul-Jember. Di sepanjang rute, denyut ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Bagi pedagang kecil seperti Salamah, setiap keramaian Tajemtra menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan sekaligus menikmati berkah dari sebuah event besar.( ADV )
