Jember – Tak perlu lagi menunggu di ruang rumah sakit. Bagi Nenek Sunayah, warga Lingkungan Kramat, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, layanan home care Pemerintah Kabupaten Jember menjadi jalan untuk kembali mendapatkan perhatian dan perawatan kesehatan.
Lansia yang tinggal seorang diri itu telah beberapa tahun menderita hipertensi kronis. Kondisinya sempat membuat Sunayah enggan berobat, terlebih setelah sang suami meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.
Kehadiran tim home care dari Puskesmas Gladak Pakem disambut rasa syukur oleh keluarga dan tetangga. Tumiyani, salah seorang tetangga Sunayah, mengatakan layanan tersebut sangat membantu karena Sunayah sebelumnya sulit dibujuk untuk mendapatkan pengobatan.
“Alhamdulillah, Mbah Sunayah akhirnya bisa mendapat perawatan dan berobat. Dulu beliau takut berobat dan tidak mau diantar ke rumah sakit sejak suaminya meninggal dua tahun lalu,” ujar Tumiyani, Jumat (4/9/2026).
Menurut Tumiyani, perhatian yang diberikan melalui layanan home care membuat Sunayah tidak merasa sendirian dalam menghadapi kondisi kesehatannya.
Ia pun berharap perawatan yang dilakukan secara rutin dapat membuat kondisi Sunayah semakin membaik.
“Mudah-mudahan setelah rutin mendapat perawatan, Mbah Sunayah tetap sehat dan panjang umur,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum, Protokol, dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Jember untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh pelayanan kesehatan.
Nino mendampingi tim kesehatan Puskesmas Gladak Pakem bersama pihak kelurahan saat melakukan pemeriksaan terhadap Sunayah.
“Hari ini kami dari Bagian Umum dan Prokopim selaku OPD pengampu, bersama Ibu Lurah dan Kepala Puskesmas Gladak Pakem, mendapat tugas dari Bupati untuk mendampingi tim kesehatan menjalankan program home care. Kami memeriksa Nenek Sunayah, seorang lansia tunggal yang mengidap hipertensi kronis dan memerlukan perhatian khusus,” jelasnya.
Kunjungan kali ini merupakan kunjungan kedua tim home care ke kediaman Sunayah. Dari hasil pemantauan, kondisi kesehatan pasien menunjukkan perkembangan yang cukup baik dibandingkan saat kunjungan pertama.
“Alhamdulillah, kondisinya sudah lebih baik daripada saat kunjungan pertama,” kata Nino.
Namun, karena Sunayah memiliki penyakit kronis, penanganan tidak berhenti pada kunjungan di rumah. Tim kesehatan akan melanjutkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan agar pasien memperoleh penanganan yang lebih lengkap.
“Karena beliau mengidap penyakit kronis, perawatan perlu dilanjutkan ke puskesmas. Insyaallah hari Selasa mendatang tim kesehatan akan menjemput beliau untuk penanganan lebih lanjut karena fasilitas peralatan di puskesmas lebih lengkap,” pungkasnya.
Kisah Sunayah menjadi salah satu gambaran bagaimana layanan home care tidak sekadar memberikan pengobatan, tetapi juga mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Bagi warga seperti Sunayah, kedatangan tenaga kesehatan hingga ke depan pintu rumah bukan hanya soal pemeriksaan medis, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan.( ADV )
