Jember – Ambisi besar mulai dipanaskan Kabupaten Jember menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2026. Tak sekadar ingin hadir sebagai peserta, Jember membidik papan atas dengan menyiapkan ratusan atlet untuk bertarung dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 25–29 November 2026.
Persiapan menghadapi pesta olahraga tingkat provinsi tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jember. Selain mengejar peningkatan prestasi, penyelenggaraan kegiatan olahraga itu dipandang memiliki peluang besar untuk mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor perdagangan, jasa, kuliner, hingga akomodasi.
Kepala Disporabudpar Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menilai pelaksanaan ajang olahraga tersebut mempunyai nilai strategis karena dampaknya tidak berhenti pada pencapaian atlet. Kehadiran peserta dan berbagai kegiatan pendukung juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi lebih luas di Kabupaten Jember.
“Tujuan utamanya meningkatkan prestasi olahraga, meramaikan dan menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Jember,” katanya, Kamis (3/9/2026).
Menurut Regar, pemerintah daerah juga akan memperhatikan persoalan regulasi terkait penggunaan sejumlah fasilitas olahraga. Beberapa venue yang akan dimanfaatkan telah memiliki dasar aturan berupa Peraturan Daerah (Perda), sehingga diperlukan pembahasan agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai ketentuan tanpa menghambat kepentingan penyelenggaraan.
“Kami akan mencari win-win solution, opsi terbaik yang bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua KORMI Jember, Tri Basuki, memasang target tinggi bagi kontingen daerahnya. Ia optimistis hasil yang diperoleh pada 2026 dapat meningkat dibandingkan capaian pada penyelenggaraan sebelumnya. Target yang dicanangkan bahkan menempatkan Jember sebagai salah satu kontingen yang diharapkan mampu menembus tiga besar.
“Kami yakin KORMI Jember bisa meningkatkan prestasi. Capaian yang sudah diraih tahun kemarin, pasti di tahun 2026 naik posisi tiga besar,” tegasnya.
Untuk memburu target tersebut, KORMI Jember menyiapkan kekuatan yang cukup besar. Sebanyak 410 atlet bersama 60 pelatih direncanakan turun membawa nama Jember. Mereka akan mengikuti pertandingan dari 30 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dengan cakupan sekitar 120 jenis olahraga atau jenor.
Kontingen Jember akan bersaing dalam bagian dari total 34 Inorga yang dipertandingkan pada gelaran olahraga Jawa Timur 2026. Besarnya jumlah atlet yang diterjunkan menjadi gambaran keseriusan Jember dalam memperluas peluang memperoleh prestasi dari berbagai nomor pertandingan.
Persiapan juga tidak hanya bertumpu pada latihan rutin yang dilakukan atlet dan pelatih daerah. KORMI Jember merancang penguatan dari sisi teknis dengan menghadirkan tenaga pelatih serta konsultan berpengalaman dari luar Jember. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas latihan sekaligus memperbaiki strategi bertanding atlet menjelang kompetisi.
Mulai September 2026, pelatih dari Surabaya dan Jakarta direncanakan bergabung dalam program persiapan kontingen. Mereka akan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan cabang dan jenis olahraga yang akan diikuti oleh atlet Jember.
“Para pelatih luar tersebut sudah terbiasa dan berpengalaman membawa atlet hingga level PON, SEA Games, hingga Asian Games,” ungkap Tri Basuki.
Selain memburu prestasi olahraga, KORMI Jember juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang dapat menghadirkan suasana lebih semarak pada penghujung 2026. Rangkaian hiburan dan olahraga masyarakat diharapkan menjadi ruang partisipasi bagi masyarakat sekaligus memperluas dampak ekonomi dari momentum olahraga tersebut.
Salah satu agenda yang diusulkan adalah Parade Band Sekolah di Alun-Alun Jember. Kegiatan itu ditargetkan mampu mengumpulkan sekitar 1.000 musisi dari kalangan pelajar. Selain itu, terdapat rencana menggelar perlombaan drumband serta hadrah antarpesantren dengan peserta yang diharapkan datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan momentum olahraga akhir tahun bukan sekadar arena perebutan prestasi. Kehadiran atlet, pelatih, peserta kegiatan, hingga masyarakat dari berbagai daerah diharapkan turut memberi manfaat bagi pelaku usaha dan sektor ekonomi lokal.
Dengan 410 atlet, 60 pelatih, penguatan tenaga teknis dari luar daerah, serta berbagai kegiatan pendukung yang disiapkan, Jember membawa dua misi sekaligus pada ajang olahraga 25–29 November 2026. Selain mengejar posisi tiga besar, momentum tersebut diharapkan menjadi panggung untuk meningkatkan gairah olahraga masyarakat sekaligus memperkuat denyut perekonomian Kabupaten Jember.
